POSKOTA.CO – Untuk mendukung program Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam penanganan banjir melalui program ‘Gerebek Lumpur’ di wilayah Jakarta Pusat ada enam tiitik lokasi prioritas banjir tahun 2020 ini yang dikerjakan Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat dengan swakelola.
Adapun, enam titik lokasi tersebut antara lain, pengerukan lumpur di Kali Sentiong, Johar Baru. Pembuatan kolam retensi di Jalan Batu Ceper Raya Kebon Kelapa Gambir. Lalu, pembuatan sumur resapan Kali Utan Kayu Cempaka Putih Timur Cempaka Putih. Jati Pinggir, Petamburan Tanah Abang, Jalan Karet Pasar Baru Karet Tengsin dan Bendungan Hilir Rumah Sakit (RS) Mintoharjo Tanah Abang.
Meski begitu, dari pantauan di enam titik lokasi program prioritas banjir di wilayah Jakarta Pusat di tahun 2020 ini sudah melewati batas dari target yang ditentukan yaitu pada tanggal 7 Desember 2020 kemarin. Hal tersebut disebabkan respon, Kepala Suku Dinas (Kasudin) SDA Jakarta Pusat, Ahmad Saipul kurang tanggap menyelesaikan penanganan banjir di wilayah Jakarta Pusat. Dari enam titik pengerjaan prioritas banjir hingga sampai saat ini, tidak satupun pengerjaan selesai.
Kasudin SDA Jakarta Pusat, Ahmad Saipul saat dikonfirmasi tentang pengerjaan prioritas banjir tersebut melalui ponsel, Sabtu (12/12/2020) tidak menjawab.
Sedangkan, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) SDA di masing-masing tingkat kecamatan membenarkan bahwa kegiatan tersebut merupakan swakelola Sudin SDA Jakarta Pusat.
“Betul, kegiatan swakelola yang dikerjakan SDA Jakarta Pusat. untuk anggaran di Sudin yang punya jawabannya. Kami hanya Kasatpel melaksanakan saja,” ujar salah satu Kasatpel SDA.

Keterangan foto 2: Tampak dalam gambar, endapan sendimen lumpur di Kali Sentiong Johar Baru Jakarta Pusat masih menumpuk, Gambar diambil, Sabtu (12/12/2020).
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi maupun Sektlretaris Kota Jakarta Pusat, Iqbal Akbarudin sudah seringkali mengingatkan agar pengerjaan kegiatan prioritas banjir tersebut dapat diselesaikan tepat waktu. Wejangan tersebut disampaikan di acara rapat pimpinan tingkat kota Jakpus maupun monitoring saat ‘Gerebek Lumpur’ yang dilaksanakan secara rutin setiap Minggu pagi.
Ditempat terpisah, Tokoh Masyarakat Jakarta Pusat, Budiman berharap Sudin SDA Jakarta Pusat diminta untuk bekerja keras dan jangan terlalu santai untuk menyelesaikannya sebelum pertengahan bulan Desember tahun 2020 ini, Karena anggaran sudah disiapkan melalui swakelola.
“Pembuatan kolam retensi dan sumur resapan yang tidak kunjung selesai juga dari jadwal yang sudah ditentukan merupakan bentuk kelalaian Sudin SDA Jakpus. Padahal di Jakarta Pusat intensitas hujan sudah hampir setiap hari meskipun masih dalam kategori hujan sedang. Bila pekerjaan ini belum juga dapat diselesaikan maka dapat dipastikan saat hujan datang dengan volume yang cukup besar akan berdampak banjir dipemukiman warga,” ungkapnya.
Lanjut tokoh ini menambahkan, Dinas SDA DKI Jakarta salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang anggarannya tidak ditunda atau dipangkas. Meskipun ada pandemi Covid 19. “Tidak seperti Dinas lain kebanyakan anggaran ditunda pada APBD tahun 2020 ini,” tukasnya. (van)







Komentar