oleh

Musrenbang Kelurahan Srengseng Bahas 40 Usulan Program, 25 Usulan Diakomodasi 15 Ditolak

JAKARTA – Sidang Kelompok musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kembangan Terintegrasi Musrenbang Kelurahan Srengseng Tahun 2024 membahas 40 usulan program fisik dan non fisik.

Kegiatan berlangsung di aula kantor Kelurahan Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Senin (4/3). Dihadiri Subanpeda Jakbar, Wakil Camat Kembangan, Lurah Srengseng, Dewan Kota Jakbar, perwakilan dari SKPD, tokoh masyarakat dan lain-lain

Lurah Srengseng, Adith Pratama menjelaskan dalam kegiatan tersebut membahas 40 usulan program dari masyarakat. “Jadi dibahas 40 usulan program terdiri 36 usulan fisik dan 4 usulan barang atau non fisik,” jelasnya.

Setelah melalui pembahasan dalam Musrenbang, sebanyak 21 usulan fisik diakomodir atau disetujui, sedangkan usulan barang tidak ada yang ditolak. “Jadi ada 15 usulan fisik yang ditolak sedangkan usulan barang nol,” ujar Adith.

Adapun alasan usulan fisik ditolak karena belum ada serah terima aset dan beberapa lokasinya tidak memenuhi persyaratan kelas jalan. Selain itu, ada usulan yang akan dikerjakan tahun ini dan kondisi saluran masih layak.

Lurah Srengseng menambahkan adapun usulan langsung prioritas pada Musrenbang tahun 2024, meliputi pengadaan Pos Damkar, pengadaan Taman Interaktif TMB Bersinergi, pembuatan trotoar disabilitas dan gorong-gorong besar saluran sir aepanjang Jl Meruya Ilir dan Jl Pos Pengumben serta Jl Joglo Raya, pembuatan U-ditch saluran air tertutup sepanjang Jl Srengseng Raya serta pengadaan kolam retensi/untuk menampung luapan air hujan.(ta)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *