POSKOTA.CO – Para mantan pengurus DPD, DPW dan DPC Partai Ummat yang mengundurkan diri siap mendeklarasikan berdirinya Satu Jaringan Anak Rakyat Indonesia atau Satu Jari Indonesia sebagai salah satu upaya menampung semua aktivis memperjuangkan anak Indonesia.
“Kami memang mantan pengurus dari Partai Ummat yang mengundurkan diri secara serentak karena tidak sejalan dengan cita cita awal berdirinya partai tersebut untuk wadah memperjuangkan seluruh anak Indonesia dari kezaliman dan ketidakadilan,” kata Agung Mozin, salah seorang mantan pengurus dan loyalitas Amien Rais yang mengundurkan diri dari Partai Ummat beberapa waktu lalu didampingi mantan penggagas berdirinya Partai Ummat di Kota Depok, Bardi Setiawan, Senin (11/10).
Untu mendeklarasikan organisasi Satu Jari Indonesia masih menunggu waktu yang tepat. Namun lembaga ini akan menjadi sebuah wadah perjuangan anak rakyat Indonesia yang ingin mengubah kezaliman dan ketidakadilan yang diproduksi oleh kaum elite politik.
“Lembaga ini hadir sebagai koreksi total atas kehadiran partai-partai politik yang telah berubah menjadi dinasti politik yang berselingkuh dengan oligarki melanggengkan kekuasaan politik dan bisnis mereka sekaligus mempertahankan kultur budaya feodalisme,” ujarnya.
‘Satu Jaringan Anak Indonesia’ ini tentunya mengarahkan telunjuknya kepada mereka-mereka yang mempraktikkan feodalisme dan dinasti politik yang berselingkuh dengan para oligarki di negeri ini. Jadi saya tetap konsen di aktivitas-aktivitas seperti itu dan mengedukasi publik agar mereka tahu mana partai-partai yang betul untuk rakyat dan mana partai yang hanya permainan para elite itu.
Agung Mozin, menambahkan alasan dirinya keluar atau mengundurkan diri dari kepengurusab Partai Ummat sebetulnya sangat berat hati mengingat perjuangan dan harapan kader, bahkan umat Islam secara keseluruhan sebagai partai alternatif di tengah melemahnya partai-partai.
“Saya memohon maaf kepada semua pihak atas keputusannya mundur dari Partai Ummat. Mohon maaf kepada sahabatku semua yang telah saya ajak bersama, Partai Ummat ternyata jauh dari harapan kita semua. Padahal partai itu saya yang dirikan dengan Pak Amien Rais,” tuturnya.
Partai Ummat didirikan untuk mengedepankan nilai-nilai islami (tapi) justru yang saya alami adalah praktik feodalisme. Seperti perlakuan yang tidak pantas dilakukan seorang tokoh besar yang saya banggakan menurut ukuran saya, (tapi) tidak bijak ketika mendapat masukan dari anak-anaknya yang ingin terlibat penuh dalam tata kelola partai.
Kondisi di tubuh atau dalam partai tersebut sudah tidak sehat lagi dan jauh dari nilai bilai Islami, imbuhnya bahkan bisa dikatakan justru cara-cara seperti yang dilakukan adalah praktik feodal dimana memperlakukan mitra perjuangan tidak sepantasnya “Malah bisa dikatakan sebagai salah satu dinasti politik, ” katanya yang terpaksa mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Ummat dan diidikuti sejumlah pengurus lain ditingkat propinsi, kabupaten dan kota bahkan hingga kecamatan. (anton/fs)







Komentar