oleh

Ibadah Jumat Agung di Kota Bogor Dijaga Ketat Petugas

POSKOTA.CO – Ibadah Jumat Agung tanggal 2 April 2021 mendapat penjagaan dari kepolisian. Polresta Bogor Kota memperketat pengamanan ibadah Jumat Agung, dengan menempatkan anggotanya di setiap gereja yang melaksanakan ibadah.

Pengamanan rumah ibadah pasca insiden penyerangan Mabes Polri, Rabu (31/3/2021) ini, agar umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan tenang.

Pengamanan di gereja GPIB Zebaoth yang merupakan gereja peninggalan kolonial Belanda ini diperketat, karena letaknya berada tepat di pintu III Istana Bogor.

Ibadah Jumat Agung, yang juga berlangsung perjamuan kudus di gereja yang sudah berusia seratus tahun lebih ini dipimpin oleh Pendeta Liat Sihotang.

“Gereja besar yang berada di ring I, menjadi prioritas utama pengamanan. Masing-masing gereja disiapkan personil berseragam lengkap. Personil polisi ini juga di backup security gereja,” kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo.

Untuk pengamanan perayaan Paskah, kepolisian menerjunkan ratusan personil. Pengamanan Jumat Agung diakui Kapolresta, dilakukan serentak di seluruh gereja di wilayah Kota Bogor.

“Bentuk pengamanan ini tidak hanya dilakukan pihak kepolisian bersama TNI, tapi juga akan melibatkan pihak internal dari pengurus gereja dan tim Covid 19 gereja sendiri. Bahkan gereja GIPB Zebaoth menerapkan sistem barcode untuk membatasi jumlah jemaah yang hadir,” kata Denny Boy Mahulette, Sekretaris Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) GPIB Zebaoth.

Menurut Denny, ibadah di gereja Zebaoth hari ini merupakan ibadah tatap muka pertama setelah sudah satu tahun menghentikan gereja tatap muka, akibat Covid 19.

“Karena ini untuk pertama kalinya ibadah tatap muka, kami PHMJ bersama tim Satgas Covid 19 Zebaoth mengeluarkan SOP sendiri untuk sistem peribadatan bagi jemaat yang hadir. Kami batasi tiap sektor hanya boleh ada 11 jemaat ditambah 1 majelis pendamping yang hadir. Aturan ini ditaati oleh para jemaah yang hadir dan melaksanakan ibadah di gereja. Jemaat juga melewati proses pemeriksaan di pintu masuk dengan mematuhi aturan protokol kesehatan,” ujar Denny Boy.

Sementara Pendeta Liat Sihotang dalam khotbahnya mengingatkan jemaat, agar menghayati dan meresapi penyalipan Yesus Kristus di kayu salib.

Penyalipan hingga kematian Tuhan Yesus di kayu salib, merupakan suatu bukti, betapa cinta dan kasih Tuhan Yesus bagi penebusan dosa manusia.

“Hayati dan taatilah perintah Tuhan. Pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib, telah menebus dosa umat manusia,”tegas Pendeta Liat. (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *