JAKARTA – Di tengah gejolak politik di Timur Tengah yang tidak menentu berdampak juga pada Indonesia, khususnya Jakarta. Untuk itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya semangat gotong royong dan persatuan sebagai benteng utama stabilitas ibukota.
Hal tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri acara buka puasa bersama (Bukber) Majelis Kaum Betawi di Masjid Jami Tangkuban Perahu, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (2/3). “Kondisi terakhir dunia sekarang ini sedang tidak baik-baik saja. Maka untuk itu kebersamaan, gotong royong, itu menjadi hal yang utama dalam rangka kita semua untuk menjaga Jakarta,” ujar Pramono.
Ia berharap, perang yang terjadi di beberapa negara, tidak terlalu memberikan dampak negatif bagi Indonesia, terutama Jakarta. “Roh Jakarta adalah kebudayaan Betawi. Saya yakin jika peran masyarakat Betawi diperkuat melalui kebersamaan, maka dampak positifnya akan langsung dirasakan oleh seluruh warga Jakarta,” tandas Pramono.
Menurutnya, Pemprov DKI dalam menjaga kebudayaan Betawi dilakukan dengan menghidupkan kembali berbagai adat dan keseniannya di setiap kegiatan yang diselenggarakan. “Budaya Betawi bisa tampil lebih terhormat. Saya berharap kesenian seperti ondel-ondel tidak lagi direndahkan sebagai alat mengemis atau mengamen di jalanan, melainkan naik ke panggung-panggung terhormat,” harapnya.
Masih dalam rangka melestarikan budaya Betawi, Pramono juga berencana untuk merevitalisasi Museum Husni Thamrin dengan anggaran sekitar Rp15 miliar. “Upaya ini bertujuan agar generasi muda, terutama pelajar, dapat belajar dari kegigihan tokoh-tokoh Betawi dalam membangun Jakarta seperti MH Thamrin,” tandasnya.
Selain itu, Pramono juga ingin menghidupkan kembali tradisi religius dan budaya dengan menyelenggarakan kompetisi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) mulai dari level kelurahan hingga provinsi untuk memperebutkan piala Gubernur. “Saya sungguh mengharapkan bantuan dari saudara-saudara sekalian karena masyarakat Betawi mempunyai peran yang luar biasa,” ucapnya. (jo)








Komentar