JAKARTA – Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur membuktikan bahwa ketahanan negara tak cuma di udara, tapi juga dari piring makan rakyat. Memanfaatkan lahan perkotaan (urban farming), Lanud Halim sukses memanen 17,5 ton gabah di atas lahan seluas 5,5 hektare, Selasa (4/8/2026).
Istimewanya, seluruh hasil panen ini tidak dijual bebas, melainkan dikunci khusus untuk memasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah konkret ini menjadi sokongan nyata TNI AU terhadap instruksi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto sekaligus memperkuat program pangan Pemprov DKI Jakarta.
Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Marsma TNI Ali Gusman, S.T., M.M., menegaskan bahwa menjaga kedaulatan negara dan menjaga perut rakyat adalah dua hal yang berjalan seiring. “Ketahanan pangan adalah benteng ketahanan nasional. Kami ingin membuktikan bahwa dari tengah kota Jakarta, lahan militer bisa diubah menjadi mesin pangan yang produktif, modern, dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Marsma TNI Ali Gusman saat memimpin panen, Rabu (5/8/2026).
Lahan Edukasi Ketahanan Pangan Lanud Halim Perdanakusuma disulap menjadi kawasan Zona Hijau Terpadu. Di sini, TNI AU menggabungkan empat jurus utama: Pertanian Modern: Teknik tanam presisi di lahan perkotaan, Pemberdayaan Tani: Melibatkan kelompok tani lokal secara aktif, Pusat Edukasi: Tempat belajar bercocok tanam bagi warga dan prajurit, dan Ekosistem Hijau: Pengelolaan lingkungan yang ramah dan berkelanjutan.
Aksi panen raya ini turut disaksikan langsung oleh perwakilan Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Balai Pengujian dan Penerapan Mutu Produk (BP2MP) DKI Jakarta, Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 2/D.I Lanud Halim Perdanakusuma beserta pengurus, jajaran Forkopimcam, serta para pejabat utama Lanud Halim Perdanakusuma.
Dengan langkah ini, Lanud Halim Perdanakusuma menegaskan perannya, tidak hanya sigap mengawal langit ibu kota, tetapi juga terdepan menopang gizi masyarakat. (aga/jo)







Komentar