POSKOTA.CO – Seluruh jajaran DPRD Kota Depok memgapresiasi dan menyambut baik dengan keberhasilan menerima Penghargaan Digital Government Award dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) pada Hari Senin, 20 Maret 2023 lalu.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi dengan keberhasilan Pemkot Depok meraih penghargaan Digital Government Award dari Lenterian PAN RB terkait dalam penerapa. SPBE di tahun 2022 yang mendapatkan nilai 34,2 dan masuk sepuluh besar di seluruh Indonesia,” kata Ketua DPRD Kota Depok, H.T.M. Yusuf Syah Putra didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo S.Sos, Yeti Wulandari SH, H.Tajudin Tabri SH dan Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono saat rapat Paripurna sidang pertama tahun 2023, Senin (3/4).
Keberhasilan meraih penghargaan tersebut tentunya diharapkan dapat menjadi penyemanggat dan terus bekerja meningkatkan prestasi dan pelayanan ke masyarakat Kota Depok lehih baik lagi di masa mendatang.
Menurut dia, prestasi atau indeks yang diraih tentunya masih ada kekurangan sehjngga perlu terus ditingkatkan terutama dalam SPBE pengelola tata kelola yang ada agar dapat dapat dirasakan dan bermanfaat bagi masyarakat Depok di masa mendatang terutama dlaam bidang perencanaan SPBE teknologi, informasi dan komunikasi.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono, dalam kesepatan tersebut menyampaikan laporan pertanggung jawaban Wali Kota Depok tahun 2022 tentang hasil kerja dan penggunaan anggaran selama 1 tahun, serta hasil penyelenggaraan pemerintah yang dimaksud terdiri dari 3 unsur.
Ketiga unsur tersebut antara lain pencapaian pengangguran terbuka mengalami penurunan sebesar 1,94 % poin dari tahun sebelumnya ini menunjukan hasil yang signifikan melalui program penciptaan wirausaha baru maupun program- program urusan tenaga kerja, katanya.
Kemudian, imbuh dia, ditahun 2021 menjadi 81,86% pada tahun 2022 dan termasuk IPN tertinggi ke 3 di Jawa Barat akan tetapi menurut beliau mengakui memiliki ketimpangan IPN antar kecamatan yang perlu mendapat intervensi lebih lanjut dimana terdapat 4 kecamatan IPN dibawah 80 yaitu kecamatan Cipayung, Tapos, Sawangan dan Bojongsari.
Untuk laju pertumbuhan Ekonomi ( LPE ) kota Depok tumbuh 5,24% lebih kecil di bandingkan Jawa Barat dan Nasional setidaknya terdapat 3 hal penyebab yang pertama berdasarkan dari Lapangan Usaha tahun 2022 di Jawa Barat maupun Nasional di sektor pertanian.
Ke dua hal ini Industri dan pengolahan di Kota Depok, Jawa Barat maupun Nasional sama – sama masuk kontributor utama pertumbuhan ekonomi pada saat Pandemi Industri Kimia dan Farmasi merupakan yang memberikan share 4 % di Kota Depok, tuturnya yang ke tiga adanya peralihan dalam belanja dari Belanja Offline ke Belanja Online yang berpengaruh terhadap kontribusi sektor perdagangan yang merupakan salah satu kontributor utama di Kota Depok. (anton/fs)







Komentar