oleh

Banting Mahasiswa Hingga Kejang Oknum Polisi Meminta Maaf

POSKOTA.CO – Oknum  polisi  yang memiting dan membanting mahasiswa yang melakukan demonstrasi di depan gedung Bupati Tangerang, Kabupaten Tangerang, Banten akhirnya meminta maaf.

“Saya minta maaf kepada mas Faris atas perbuatan saya. Dan saya siap bertanggung jawab atas perbuatan saya,” ujar oknum aparat ini dalam video yang beredar di Twitter.

Sebelumnya viral video berdurasi 48 detik memperlihatkan aparat kepolisian memiting lalu membanting seorang mahasiswa dengan posisi punggung dan kepala terhempas ke lantai akibatnya korban mengalami kejang-kejang.

Oknum polisi berseragam gelap yang membanting Faris justru menghilang pergi meninggalkan korbannya usai melakukan perbuatan kurang terpuji itu.

Namun dalam video yang viral itu justru terlihat yang membantu Faris saat kejang-kejang beberapa anggota polisi lain yang mengenakan rompi hijau.

Sejumlah nitizen yang melihat  vidio ini beraksi diantaranya mengecam perbuatan oknum polisi yang dianggap tidak bertanggung jawab main tinggal begitu saja korbannya yang alami kejang-kejang.

Bahkan netizen beramai-ramai meminta agar pihak  kepolisian menghadirkan sang oknum yang melakukan kekerasan dan melakukan klarifikasi.

Aparat smackdown mahasiswa scr biadab hingga kejang..

Aktivis & tokoh 98 yang kini berkuasa pada kemana ya kok bungkam.. YTH prof @mohmahfudmd dimana tanggung jawab anda ????????

pic.twitter.com/shIUZXZAsU

— ???????????? ???????????????????????? (@ekowboy2) October 13, 2021

Woi itu yang banting, main kabur aja lu,” tulis @dragie***.

“Yang ngebanting nggak klarifikasi pak,” timpal @riangode***.

“Bisa-bisanya si polisinya nggak peduli sampai kejang-kejang,” komentar nitizen lainnya.

Sementara Faris, mahasiswa yang mengalami kekerasan tersebut  muncul dalam sebuah video klarifikasi.

“Saya nggak mati, sekarang masih hidup. Dalam keadaan biasa-biasa aja, walaupun sedikit pegal-pegal,” katanya dalam video klarifikasi yang beredar di media sosial, Rabu, 13 Oktober 2021. (*/d

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *