POSKOTA.CO – Koperasi Bogoh Bumi Sunda (BBS) bersama putra asli Bogor ikut berpartisipasi dalam membangun Kabupaten Bogor.
Sinergi BBS dengan putra asli Bogor ini, guna menyukseskan program prestisius Bupati Bogor Ade Yasin.
Program infrastruktur ini selaras dengan kebijakan Presiden Joko Widodo yang berambisi menyambungkan Nusantata dari Sabang sampai Merauke. Dari Miangas sampai Pulau Rote.
Program prestisius ini yakni pembukaan Jalur Poros Tengah Timur (PTT) atau Jalur Puncak II yang membentang sepanjang 51,2 kilometer dengan titik nol kilometer di Tugu Sentul, Exit Tol Sirkuit Sentul, Babakan Madang, Bogor hingga Cipanas, Cianjur.
Ujang Supriyadi adalah satu dari puluhan pemuda Bogor yang berpartisipasi dalam proyek PTT ini. Ia lahir dan besar di Kampung/Sumur Batu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Kampung halamannya yang saat ini menjadi lokasi sasaran pelebaran dan pembangunan ruas jalan baru Puncak II.
Keinginannya yang besar membangun kampung halaman, membuat Gigin, sapaan akrab Ujang Supriyadi mengikuti dan mengamankan kelancaran dalam membangun desanya.
Di kala jam istirahat, Gigin terus melakukan komunikasi dengan pemuda lain terkait manfaat dan kegunaan dari akses jalan PTT yang ia ikut kerjakan.
Di sela-sela kegiatan, Gigin menyatu dengan karyawan lain yang berasal dari berbagai daerah seperti Medan, Padang, NTT dan Jawa serta Sunda suku Gigin sendiri.
“Sudah dari dulu saya ingin sekali membangun kampung halaman. Biar ekonomi di sini maju. Begitu ada BBS datang dan berniat membangun wilayah saya, dengan senang hati saya mau ikut. Doa dan keinginan saya terkabul setelah ikut serta pada program pembukaan Jalur PTT ini. Kebetulan jalur yang dilintasi ada di wilayah saya,” ujarnya.
Saepuloh, warga lain yang ikut berpartisipasi dalam pembukaan Jalur PTT berpesan kepada keluarga, adik-adik dan masyarakat setempat untuk mendukung program ini.
“Saya mewakili masyarakat setempat mengucapkan terima kasih dan kami akan selalu ikut mendukung serta membantu jalannya program pemerintah yang pelaksanaan pembangunan PTT dikerjakan BBS. Semoga proyek ini selesai,” tandas Ipul, sapaan akrabnya.
Jalan Raya Puncak II harus menjadi solusi dari kemacetan panjang di jalur wisata Puncak jelang Sabtu dan Minggu atau hari libur nasional.
Kehadiran PTT sekaligus menghindari adanya buka tutup baik untuk kendaraan yang masuk maupun keluar dari lokasi wisata Puncak, Bogor, harus didukung semua pihak.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Burhanudin mengatakan, pihaknya menginginkan keterlibatan pihak swasta dalam membantu pemerintah dalam pembukaan Jalan PTT atau kerap dikenal Puncak II.
“Kita ingin swasta berpartisipasi. Keterlibatan PT Prolindo Hutama Karya dengan menghibahkan lahan paling luas dan lebar, sangat kami apresiasi,” kata Burhanudin.
Sekda Burhanudin juga mengapresiasi kehadiran Koperasi Bogor Bumi Sunda (BBS) yang menawarkan diri untuk ikut berkontribusi aktif membantu membuka jalan yang menjadi impian masyarakat Kabupaten Bogor.
Pembukaan akses jalan sejauh 17,8 km ini melintasi lima desa yaitu Desa Cibadak, Desa Sukamakmur, Desa Sukamulya, Desa Sirnajaya dan Desa Wargajaya. Jalur baru ini akan diteruskan Bupati Cianjur guna menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Cipanas, Kabupaten Cianjur.
Wakil Ketua Koperasi BBS Moh Gunawan menyatakan, pembangunan jalur alternatif itu secara faktual memang diperlukan untuk memecah kemacetan lalu lintas di kawasan Puncak yang kian parah, akibat ruas jalan yang tidak lagi menampung volume kendaraan.
“Dengan dibukanya jalan itu selain mempermudah akses masyarakat guna mendongkrak perekonomian warga juga akan mendorong geliat perekonomian saat pandemi Covid-19,” ucapnya kepada wartawan.
Demi terwujudnya jalan tersebut, maka para pengusaha dan warga di lintasan jalan tersebut diharapkan dengan riang gembira menghibahkan tanahnya kepada Pemkab Bogor, karena kemudian sudah terbukti pembukaan awal jalan itu dilaksanakan melalui Program Karya Bakti TNI Skala Besar Kodim 0621 Kabupaten Bogor tahun 2020.
“Maka Koperasi BBS merasa perlu untuk secara nyata ikut bersama-sama dengan Pemkab Bogor dan Kodim Kabupaten Bogor berkontribusi mewujudkan program melanjutkan pembukaan jalan tersebut sampai perbatasan Cianjur tanpa harus menggunakan anggaran negara,” ungkapnya.
Gunawan menegaskan, dari perspektif kemanfaatan, potensi faktor alam maka pembangunan jalan tersebut sangat memungkinkan dibuka dengan pelibatan pihak swasta.
“Sebab kami sudah memperhitungkan bahwa dari asas kemanfaatan material sisa dari pekerjaan penyiapan pembukaan jalan tersebut, kecenderungan kemanfaatan itu cukup untuk membiayai. Intinya, jalan yang akan jadi antibuka tutup Puncak itu optimis akan terwujud,” tegasnya.
Dampak lain terkait dengan kecenderungan risiko longsor dari tebing-tebing tinggi, yang idealnya harus dilandaikan agar tidak berisiko saat bekerja dan atau pasca pekerjaan selesai, juga menjadi skala prioritas. Keseluruhan sumber dananya berasal dari tata kelola yang dilakukan oleh Koperasi BBS.
“Kami sudah mempersiapkan diri untuk mengerjakannya sesuai dengan lingkup pekerjaan penyiapan lahan jalan yang ditentukan oleh Pemkab Bogor, dengan tetap mengedepankan kerja sama yang dinamis dengan masyarakat, BUMD aparat pemerintah dan lainnya sehingga dicapai target seperti perencanaan Pemkab Bogor,” jelas Gunawan.
Jalan PTT ini merupakan cita-cita Pemkab Bogor termasuk menjadi salah satu harapan dari Presiden Jokowi, karena bisa menjadi solusi mengatasi kepadatan jalur Puncak yang hanya mampu dibuka tutup untuk meminimalisasi kepadatan saat weekend atau libur panjang nasional. (yopi)









Komentar