JAKARTA — Sejumlah aktivis antikorupsi menggelar aksi demo terkait pengendalian Peternakan Pita Cukai Sigaret Kretek Tangan (SKT) di Madura, pada Jumat (20/9/2024). Mereka mendesak kantor Bea dan Cukai pusat mengusut tuntas kelompok peternakan SKT yang menimbulkan kerugian negara miliaran rupiah.
“Kami mendesak kantor Bea dan Cukai pusat untuk cepat tanggap mengusut tuntas dugaan suap kelompok peternakan SKT non PPN dan SKT PPN di Madura,” kata Kartika Dewantoro, koordinator aktivis antikorupsi saat mengelar aksi demo di kantor Bea dan Cukai pusat.
Aksi demo berjalan damai dengan mengelar sejumlah spanduk dan poster terkait tuntutan untuk menangani dengan serius adanya dugaan suap peternakan SKT non PPN dan SKT PPN di wilayah Madura yang merugikan negara miliaran rupiah.
Menurut dia, harus ada tindakan tegas terhafap oknum oknum di KPPNC TMP C Madura yang bermain dalam peternakan pita cukai SKT non PPN dan pita cukai SKT PPN di beberapa pabrik rokok kretek tersebut.
Tidak hanya mengusut tuntas dugaan suap saja, imbuh dia, namun juga segera mengaudit pabrik-pabrik rokok milik kelompok pengendali SKT yang terdapat di Malang dan Pasuruan karena memakai pita cukai SKT non PPN dan pita cukai SKT PPN dari Madura. (anton/fs)







Komentar