oleh

Konflik Timur Tengah Picu Harga Umrah-Haji Naik, Ini Strategi Marco Tour Travel

JAKARTA – Industri perjalanan ibadah umrah dan haji tengah menghadapi tekanan berat imbas memanasnya konflik geopolitik dunia, khususnya Iran dan Amerika yang berdampak langsung pada biaya operasional penerbangan. Harga avtur yang melonjak menyebabkan harga tiket pesawat mengalami kenaikan signifikan.

Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga turut andil dalam kenaikan harga paket perjalanan ibadah tersebut karena memengaruhi harga hotel dan juga biaya fasilitas lainnya.

Marco Tour Travel salah satunya yang terdampak, Syarif Thalib selaku Direktur Operasional menyampaikan bahwa Marco Travel hingga saat ini terus melakukan penyesuaian strategi terhadap perubahan tersebut agar pelayanan kepada jamaah tetap berjalan optimal.

“Kita terus melakukan upaya agar kenaikan tidak terlalu memberatkan jamaah. Tanpa menurunkan kualitas pelayanan dan fasilitas kepada jamaah, kita juga memberikan pilihan
variasi paket perjalanan dengan rentang waktu berbeda hingga fasilitas berbeda yang lebih fleksibel agar jamaah bisa menyesuaikan biayanya, Marco Travel juga tetap menjaga komitmen keberangkatan jamaah di tengah fluktuasi biaya perjalanan yang terus berubah,” kata Syarif kepada wartawan di Jakarta, Jumat (29/5).

Oplos Marco Travel yang berpengalaman selama 22 tahun melayani jamaah, optimistis menghadapi kondisi tersebut dengan meningkatkan kualitas pelayanan, transparansi biaya, serta memberikan edukasi kepada jamaah mengenai dinamika perjalanan internasional
saat ini agar jamaah mengetahui dengan jelas mengapa ada perubahan harga paket perjalanan.

Marco Tour & Travel kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan ibadah haji yang tidak hanya nyaman, tetapi juga berupaya mengikuti sunah Rasulullah SAW secara maksimal. “Pada musim haji tahun ini, Marco Travel tetap menjalankan rangkaian ibadah sunah haji, termasuk pelaksanaan tarwiyah, bermalam di Muzdalifah, hingga penempatan tenda jamaah yang strategis di Mina,” jelasnya.

Pelaksanaan tarwiyah menjadi salah satu perhatian utama Marco Travel. Jamaah diajak mengikuti sunah dengan bergerak menuju Mina pada 8 Dzulhijjah untuk memperbanyak ibadah dan mempersiapkan diri menghadapi puncak haji di Arafah.

Di tengah berbagai keterbatasan layanan haji modern, Marco Travel tetap mempertahankan pelaksanaan sunah tersebut demi memberikan pengalaman ibadah yang lebih khusyuk dan sesuai tuntunan. Selain itu, jamaah Marco Travel juga tetap melaksanakan mabit atau bermalam di Muzdalifah. “Untuk menunjang kenyamanan jamaah selama berada di area terbuka, pihak travel telah menyiapkan matras atau busa khusus sebagai alas istirahat,” ujarnya.

Fasilitas tersebut menjadi bentuk
perhatian perusahaan terhadap kenyamanan dan kesehatan jamaah, terutama di tengah padatnya suasana musim haji. Tidak hanya itu, Marco Travel juga menyediakan fasilitas tenda di Mina yang menggunakan AC di tengah cuaca arab Saudi yang sedang panas, serta berlokasi sangat dekat dengan area Jamarat. Jarak tenda menuju lokasi lempar jumrah hanya sekitar 150 meter,
sehingga memudahkan jamaah, khususnya lansia, dalam menjalankan rangkaian ibadah tanpa harus berjalan jauh di tengah kepadatan jamaah dari berbagai negara.

“Pelayanan haji bukan hanya soal fasilitas mewah, tetapi juga bagaimana jamaah dapat menjalankan ibadah sesuai sunah dengan aman, nyaman, dan lebih tenang, dengan pengalaman panjang dalam
penyelenggaraan ibadah haji dan umrah,” imbuhnya. Marco Travel terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan agar jamaah mendapatkan pengalaman spiritual yang maksimal selama berada di Tanah Suci.

“Komitmen tersebut membuat Marco Travel semakin dipercaya masyarakat sebagai biro perjalanan ibadah yang mengutamakan pelayanan, kenyamanan, serta nilai-nilai sunah dalam pelaksanaan haji,” pungkasnya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *