oleh

Guru Kekuatan bagi Bangsa dan Negara

-Komunitas-91 views

POSKOTA.CO – Setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hati Guru Nasional. Pertanyaan pertanyaan tentang guru dan pengajarannya apakan mampu menjadi ikon bagi upaya mencerdaskan kehidupan bangsa? Tatkala acara diseminasi guru guru sampai dengan untuk program road safety saya coba bertanya : ” adakah bapak ibu bercita cita menjadi guru SD?”

Hampir semua nya tidak menjawab.” Adakah yang bangga menjadi guru?” Serempak mereka menjawab bangga. Saya sangat terharu mungkin para guru itu entah tersesat, entah terjebak entah terpaksa menjalani profesi sebagai guru, namun mereka bangga dan terus menjalaninya dan menghayati sebagai panggilan hidup dan jalan hidupnya
Guru semestinya menjadi simbol pencerdasan bangsa.

Namun apakah itu benar2 terjadi atau hanya slogan? Kalau menjadi guru masih dipandang sebelah mata dan masih dijadikan sampingan pekerjaan atau keterpaksaan maka akan berdampak bagi para murid2nya. Saya teringat semangat profesor Yohanes Surya yang mampu mendidik dan melatih anak anak papua menjadi juara olimpiade.

Walaupun dari anak anak yang dianggap bodoh bahkan 4x tidak naik dikelas yang sama. Pendidikan diperlukan Guru yang tepat dan pola pengajaran yang tepat akan menghasilkan anak didik yang bermanfaat bagi nusa bangsa sesama dan bagi keluarga serta dirinya.

ilustrasi

Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa perlu pemikiran dan penanganan scr holistik dan sistemik danbtdk bisa dg cara cara instan apalagi pendekatan uang. Tatkala lembaga pendidikkan bukan pasar yg ada penjual ada pembeli ada yg dijual ada tawar menawar harga menjadi hal biasa. Kalau menjadi pasar maka yang kuat akan mempermainkan. Yang lemah akan menjadi korban eksploitasi.

Tatkala budaya di pasar tatkala memasuki budaya pendidikkan maka nilai nilai moralitas dan kemanusiaan akan digantikan dg sesuatu yg semu dan pendekatan yang dominan akan hanya pd uang. Rasa malu akan hal hal nista tdk lagi digubris. Bahkan bisa saja menjadi alat kepentingan yg menyesatkan bahkan memghancurkan kehidupan berbangsa dan bernegara.lembaga pendidikan dan para guru semestinya menjadi ikon akan kebangsaan yang menjaga : Pancasila, UUD 45, NKRI, dan kebhinekaan. Transformasi pencerdasan melalui passionnya dan tiada lagi. Koleksi gelar atau diskon rankingpun marak dilakukan.

Pendidikkan ikon mencerdaskan kehidupan bangsa maka penanaman kebanggaannya bukan sebatas kompetensi melainkan kesadaran tanggung jawab dan nilai2 moralitas kemanusiaan dan kebangsaan. Nilai2 moral menjadi standar proses pembelajaran. Guru menjadi kunci penting yang memerlukan dukukungan para pengambil kebijakan. Mencerdaskan seakan menjadi kata yg menarik dan heroik.

Namun pd faktanya tdk semudah mengucapkannya. Kecerdasan tdk sebatas pd otak namun juga emosional dan sosial. Produk pendidikan akan dilabel juga dari para guru. Guru dituntut ini itu bahkan hingga tgjwb moral atas hasil didiknya. Guru memang bukan superman namun di sinilah guru merupakan ikon kewarasan ikon kecerdasan ikon kecintaan dan bangga akan tanah air.

Guru juga pilar penjaga dan pengawal Pancasila, UUD 45, NKRI dan kebhinekaan. Guru semestinya juga diberikan perhayian akan karier dan kesejahteraanya dan di dorong bahkan difasilitasi untuk menjadi ikon kecerdasan dan kewarasan dalam berbangsa dan bernegara. Hasil didik akan dilabel tatkala hidup dan kehidupan mereka mampu menggunakan ilmunya bagi hidup dan kehidupan sosial kemasyarakatan.

Pendidikan dan guru selain ikon kecerdasan juga mjd syarat bagi regenarasi dan transformasi bagi hidup dan keberlangsungan berbangsa dan bernegara. Para hasil didik menjadi apa saja bahkan tatkala menjadi penguasa dan memiliki kewenangan akan terus peka peduli bahkan berani berbelarasa bagi kemanusiaan bagi masyarakat bagi bangsa negaranya bahkan bagi dunia.

Ruang berpikir untuk memajukan bangsa negara bahkan dunia. Guru mjd standar mutu dan bermutu dan para murid akan menemukan tempat di mana ia merasa menjadi manusia seutuhnya. Peka peduli berbela rasa ini suatu kecerdasan yg merupakan nyali dsn mampu membela bagi yg termarjinalkan dan senantiasa berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Guru merupakan harapan bagi bangsa dan negara. Guru digugu lan ditiru yg mampu menjadi teladan yg ngancani ngajari. Guru pahlwan kemanusiaan bagi bangsa negara dan dunia. 25 nopember 2020 Selamat hari guru. (chryshnanda DL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *