oleh

Kedaireka Gunadarma Diharapkan Terus Dorong Kolaborasi Inovasi Dua Program Unggulan

DEPOK – Pelaksanaan penutupan penerimaan Program Dana Pemadanan (DPD) tahun 2024  di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Kedaireka diharapkan terus mendorong kolaborasi inovasi dua program unggulan di dunia pendidikan dan industri.

“Dua program yang menjadi unggulan dalam kolaborasi yaitu Reka Talks dan Rekapreneur tujuannya untuk mengakselerasi perjodohan insan perguruan tinggi dengan mitra industri,” kata Direktur PMO Kedaireka 2024 serta Tim Ahli PDP 2024, Dr. dr. Matrissya Hermita saat menjelaskan di Kedaireka Fakultas Hukum Gunadarma, Depok, Jumat (21//6).

Kedua program itu bertujuan untuk mengakselerasi perjodohan insan perguruan tinggi dengan mitra industri.

RekaTalks dan Rekapreneur kali ini memfokuskan diskusi pada peluang kolaborasi yang terbuka melalui Program Dana Padanan 2024.

Menurut dia, pihak Kedaireka tentunya berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi inovasi melalui dua program unggulan yaitu RekaTalks dan Rekapreneur. Dengan mengadakan RekaTalks dan Rekapreneur yang memiliki tujuan  memfasilitasi pertemuan antara insan perguruan tinggi dan mitra industri, membuka peluang besar untuk kolaborasi yang produktif.

Melalui program ini, tutur dia, berharap dapat mencapai kolaborasi yang masif dan membawa dampak positif yang nyata bagi industri dan masyarakat. “RekaTalks adalah platform talk show yang menggali kisah inspiratif dari para ahli dibidangnya, serta menghadirkan pejabat publik dan pembuat kebijakan untuk berbagipandangan mengenai inovasi dan dampaknya bagi masyarakat,” katanya.

Misi utama acara ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kolaborasi antara institusipendidikan tinggi dan industri dalam menghasilkan inovasi yang solutif, ujarnya.

Sementara itu, Dr. Ir. Didi Rustam, S.Si., M.T.I, IPU, Kasubag TU Setditjen Dikti Ristek dan PPK Program Dana Padanan 2024, menyagatakan, tahun ini Program Dana Padanan(PDP) telah memfasilitasi skema Multiyears, berbeda dengan PDP sebelumnya.

“Kami akan lebih terbuka untuk umum artinya mitra industri bisa berasal dari berbagai sektor.Namun, inovator tetap harus dari kalangan perguruan tinggi yang memiliki NIDN/NIDK,” tambahnya. (anton/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *