oleh

Didukung Pendanaan BIMA Kemendiktisaintek 2026, Universitas YARSI dan Universitas Krisnadwipayana Dorong Digitalisasi UMKM melalui Smart Packaging

BANDUNG — Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing produk. Inovasi tidak hanya diperlukan dalam proses pemasaran, tetapi juga dapat diterapkan pada kemasan sebagai media informasi sekaligus penghubung antara produk dan konsumen.

Melalui dukungan pendanaan BIMA Kemendiktisaintek 2026, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas YARSI berkolaborasi dengan Universitas Krisnadwipayana melaksanakan program inovasi smart packaging bagi POKLAHSAR NaminaSang Farm Desa Mandalamekar, Kabupaten Bandung.

Program ini melibatkan kolaborasi dosen dan mahasiswa lintas program studi dan fakultas. Kolaborasi tersebut memadukan aspek teknologi informasi, pengembangan produk, serta pemasaran untuk membantu mitra mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usahanya.

Rangkaian program dilaksanakan melalui tiga tahapan utama yang saling terintegrasi selama 8 bulan pelaksanaan kegiatan dari Juni – September 2026. Tahap pertama berfokus pada pembuatan packaging kemasan yang terintegrasi dengan QR Code digital.

Pada tahap ini, mitra diperkenalkan dengan konsep kemasan yang tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan informasi kepada konsumen. Integrasi QR Code pada kemasan dirancang agar konsumen dapat memperoleh informasi digital secara lebih mudah melalui pemindaian menggunakan perangkat telepon pintar.

Tahap kedua dilanjutkan dengan pelatihan teknik pembuatan QR Code dan pengintegrasian informasi digital produk. Pada tahap ini, mitra mendapatkan pengetahuan mengenai proses pembuatan QR Code serta bagaimana informasi mengenai produk dapat dihubungkan ke dalam sistem digital.

QR Code tersebut menjadi pintu masuk bagi konsumen untuk memperoleh informasi mengenai produk secara lebih praktis. Informasi digital yang disediakan dapat digunakan untuk memperkenalkan produk dan profil usaha sekaligus memberikan informasi pendukung yang dibutuhkan konsumen.

Tahap ketiga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem digital mitra, yakni pelatihan pengkonektivitasan QR Code pada kemasan produk dengan website e-commerce mitra.

Melalui konektivitas tersebut, QR Code pada kemasan tidak berhenti sebagai sumber informasi produk. Konsumen dapat diarahkan menuju media digital dan platform e-commerce yang dimiliki mitra. Dengan demikian, kemasan dapat berfungsi sebagai penghubung antara produk fisik dengan kanal pemasaran digital.

Ketua Tim PKM yaitu Rini Hidayati dari Universitas Yarsi

Ketua Tim PKM yaitu Rini Hidayati dari Universitas Yarsi menjelaskan bahwa penerapan teknologi tersebut diarahkan untuk memberikan nilai tambah pada produk UMKM sekaligus mendorong mitra agar lebih siap menghadapi perkembangan pemasaran digital.

“Melalui smart packaging yang terintegrasi dengan QR Code, kemasan tidak hanya menjadi identitas produk, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk menuju informasi digital dan kanal pemasaran yang dimiliki mitra,” ujar Rini Hidayati.

Selain memberikan manfaat bagi mitra, program ini juga menjadi ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dari berbagai bidang dalam menyelesaikan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Keterlibatan mahasiswa lintas program studi dan fakultas memberikan pengalaman langsung dalam proses pengembangan teknologi, pengelolaan informasi digital, pengemasan produk, hingga penguatan pemasaran berbasis e-commerce.

Kolaborasi antara Universitas YARSI, Universitas Krisnadwipayana, mahasiswa, dosen, dan pelaku UMKM melalui dukungan BIMA Kemendiktisaintek 2026 menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mendorong pemanfaatan teknologi untuk penguatan ekonomi masyarakat.

Melalui penerapan packaging terintegrasi QR Code, pengelolaan informasi digital produk, serta konektivitas dengan website e-commerce, POKLAHSAR NaminaSang Farm diharapkan dapat memiliki ekosistem pemasaran yang lebih terintegrasi dan mampu memperluas akses konsumen terhadap produk lokal.

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas YARSI dan Universitas Krisnadwipayana bersama mitra POKLAHSAR NaminaSang Farm dalam kegiatan implementasi inovasi smart packaging

Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa transformasi digital UMKM dapat dimulai dari hal yang dekat dengan konsumen, yakni kemasan produk, kemudian dikembangkan menjadi sebuah sistem yang menghubungkan produk fisik dengan informasi dan kanal pemasaran digital. Hasil kegiatan PKM BIMA Kemendiktisaintek 2026 ini selanjutnya akan mendapatkan pendampingan melalui monitoring dan evaluasi untuk memastikan keberhasilan serta keberlanjutan program hingga akhir Desember 2026. (in)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *