JAKARTA-Memasuki usia 25 tahun, BINUS International memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi berstandar global bagi generasi muda Indonesia. Dimulai sejak 2001, BINUS International hadir sebagai pionir program S1 berstandar internasional di Indonesia dengan semangat membawa pengalaman pendidikan global ke Indonesia melalui pembelajaran berstandar internasional, kolaborasi dengan berbagai mitra global, serta program yang membuka akses mahasiswa terhadap pengalaman internasional.
“Landscape pendidikan tinggi di tanah air saat ini semakin global. Pendidikan internasional tidak lagi selalu berarti mahasiswa harus menempuh seluruh pendidikan di luar negeri, karena akses terhadap global education, global exposure, dan international experience kini semakin terbuka dari Indonesia,” kata Vice President BINUS Higher Education & Professional Services, George Wijaya Hadipoespito, M.Sc., MBA, saat memberi keterangan pers, Jum’at (02/10/2026).
Menurut George, kehadiran universitas global dan semakin luasnya kolaborasi lintas negara menunjukkan bahwa Indonesia semakin menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan tinggi dunia. Bagi perguruan tinggi Indonesia, perkembangan ini juga menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing global.
Sementara itu Direktur Kampus BINUS @Senayan, Dr. Drs. Andreas Chang, M.B.A., menegaskan, bahwa BINUS International merupakan bagian penting dari komitmen BINUS dalam membangun lingkungan pendidikan yang semakin mengglobal.
BINUS International terus memperluas pengalaman mahasiswa melalui berbagai kemitraan strategis dengan universitas bereputasi global, termasuk sejumlah universitas yang masuk dalam Top 100 QS World University Rankings 2027, seperti UNSW Sydney, University of Birmingham, Boston University, dan University of Nottingham.
Pendidikan Bukan Sekadar Label
“Bagi kami, pendidikan internasional bukan sekadar label. Yang terpenting adalah bagaimana mahasiswa mendapatkan global exposure, membangun international network, serta memiliki kompetensi untuk belajar, bekerja, dan berkolaborasi dalam lingkungan global, namun tetap mampu memberikan kontribusi bagi Indonesia,” ujar Andreas
Salah satu bentuk pengalaman global tersebut diwujudkan melalui program Double Degree, yang memungkinkan mahasiswa menjalani pengalaman akademik di BINUS International sekaligus di universitas mitra luar negeri.
Chang juga menambahkan, bahwa program tersebut tidak hanya memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh dua gelar, tetapi juga memperluas wawasan, jaringan, dan pengalaman lintas budaya yang menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja global.
Dampak dari ekosistem tersebut juga terlihat dari perjalanan para alumninya. Dalam beberapa tahun terakhir, alumni BINUS International telah berkarier sebagai entrepreneur, profesional, maupun pemimpin muda di berbagai perusahaan dan industri, baik di Indonesia maupun di luar negeri.
Beberapa di antaranya adalah Jonathan Wahyudi, Founder Innovision3D; Jovan Adiputra, CEO & Founder Jasasistem; Enrica Melissa, Application Engineer di Randstad Jepang; serta Hartarto Winata, Rebates Officer di Samsung Australia. Rekam jejak alumni tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana pengalaman belajar global dapat membuka peluang karier yang semakin luas.
Memasuki perjalanan berikutnya, BINUS International akan terus memperkuat pengalaman pendidikan global, memperluas kolaborasi dengan mitra internasional, serta membangun lingkungan belajar yang semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.
Momentum 25 tahun ini sekaligus menjadi penegasan kembali semangat “From One Dream, A Thousand Possibilities” menghubungkan generasi Indonesia dengan dunia dan membuka semakin banyak kemungkinan untuk memberikan dampak bagi Indonesia dan masyarakat global. (fs)







Komentar