oleh

UMB Kian Mendunia, Mahasiswa dari Rusia, Timor Leste, dan Maroko Belajar di Kampus Ini

JAKARTA — Universitas Mercu Buana (UMB) terus memperkuat lingkungan akademik yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara. Kehadiran mahasiswa internasional di kampus dinilai bukan sekadar bagian dari aktivitas pendidikan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dari perbedaan budaya dan pengalaman.

Rektor UMB Prof. Dr. Ir. Andi Adriansyah, M. Eng., mengatakan mahasiswa internasional yang datang ke UMB tidak sekadar mengikuti kegiatan akademik, tetapi menjadi bagian dari komunitas universitas. Pesan ini disampaikan dalam Pembukaan Perkuliahan Mahasiswa Baru UMB, Sabtu (12/9).

Menurut Andi, pengalaman belajar mahasiswa internasional tidak berhenti pada materi yang diberikan dosen. Pertemuan dengan mahasiswa lain, perbedaan budaya, dan pengalaman selama berada di Indonesia juga merupakan bagian dari proses pendidikan.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, tidak hanya dari para dosen, tetapi juga dari teman-teman Anda, dari keberagaman budaya, serta dari berbagai pengalaman yang Anda temui selama berada di sini,” katanya.

Ruang belajar lintas negara tersebut terlihat dari kehadiran mahasiswa dari Rusia, Timor Leste, Maroko, dan sejumlah negara lain yang mengikuti pendidikan pada berbagai program studi maupun short course di UMB.

Kehadiran mereka membuat proses pembelajaran menjadi ruang perjumpaan berbagai latar belakang budaya. Interaksi tidak hanya berlangsung melalui kegiatan akademik, tetapi juga melalui aktivitas seni dan budaya yang mempertemukan mahasiswa Indonesia dengan mahasiswa internasional.

Salah satu momen tersebut terlihat ketika sejumlah mahasiswa asing yang telah lebih dahulu bergabung di UMB menunjukkan kemampuan memainkan karawitan di hadapan mahasiswa baru. Mereka memainkan alat musik tradisional Indonesia dan mendapat sambutan dari peserta kegiatan.

Penampilan tersebut menjadi gambaran bahwa mahasiswa internasional tidak hanya datang ke Indonesia untuk belajar di ruang kelas, tetapi juga berinteraksi dengan budaya lokal. Di sisi lain, mahasiswa Indonesia memperoleh kesempatan mengenal teman dari negara lain dalam suasana yang lebih informal.

Pengalaman Internasional

Pengalaman internasional tersebut juga didukung oleh program pendidikan yang dikembangkan UMB. Universitas yang memiliki enam fakultas, yakni Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Psikologi, serta Fakultas Desain dan Seni Kreatif, menyelenggarakan International Undergraduate Program (IUP) pada bidang Manajemen, Akuntansi, dan Teknik Informatika.

Selain melalui program pendidikan, pengalaman belajar lintas negara diperluas melalui kerja sama dengan perguruan tinggi di luar negeri. UMB menjalin kerja sama dengan Financial University, Rusia, melalui student exchange program dan joint degree program.

Sementara itu, kerja sama dengan Beijing Institute of Technology, China, dilakukan melalui student exchange program. Skema tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik sekaligus berinteraksi dengan lingkungan pendidikan di negara lain.

Andi mendorong mahasiswa internasional untuk tidak menjadi kelompok yang terpisah dari kehidupan kampus. Mereka diharapkan berani berinteraksi, bertanya, menyampaikan gagasan, dan mencoba berbagai pengalaman baru.

“Jangan takut untuk bertanya, menyampaikan gagasan, dan mencoba sesuatu yang baru,” ujarnya.

Ia menilai perbedaan latar belakang justru dapat memperkuat komunitas akademik. Mahasiswa memiliki kesempatan untuk melihat persoalan dari perspektif yang berbeda melalui interaksi dengan teman-teman dari negara lain.

“Perbedaan bukanlah penghalang. Perbedaan merupakan bagian dari keberagaman yang membuat komunitas universitas kita menjadi semakin kuat,” kata Andi.

Bagi UMB, internasionalisasi tidak semata-mata ditandai oleh kerja sama dengan institusi luar negeri atau kehadiran mahasiswa asing. Interaksi lintas budaya dalam kehidupan kampus, program pertukaran mahasiswa, joint degree, serta program pendidikan berorientasi internasional menjadi bagian dari upaya membangun pengalaman pendidikan yang lebih global.

“Kami berharap Universitas Mercu Buana menjadi tempat di mana Anda merasa aman, dihargai, diterima, dan terinspirasi untuk belajar,” katanya. (fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *