oleh

Berkolaborasi dengan Tim Dosen dan Mahasiswa Budi Luhur, PKK Asoka Tangerang Implementasikan Teknologi Pengolahan Sampah

TANGERANG – PKK Asoka di Kota Tangerang berhasil mengimplementasikan teknologi tepat guna untuk mengatasi permasalahan sampah organik dan anorganik. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara tim dosen dan mahasiswa Universitas Budi Luhur, dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis bersama Fakultas Teknik, yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang kompetitif.

Kegiatan ini bermula dari keluhan Ketua PKK Asoka, Puji Hastuti, bahwa di lingkungan mereka banyak sampah organik dari sisa masak berupa sayur dan kulit buah dari rumah tangga yang  tidak diolah. Selain itu banyaknya pula ditemukan sampah plastik yang menumpuk. Kondisi ini menimbulkan kotornya lingkungan dan menebarkan bau tidak sedap, sehingga dikhawatirkan menimbulkan bahaya penyakit.

Program ini menyasar 15 anggota aktif PKK Asoka sebagai mitra binaan, dengan fokus utama pada pengelolaan sampah rumah tangga berbasis komunitas serta penerapan konsep green economy di tingkat lokal.

Ketua tim hibah PkM, Rinny Meidiyustiani, SE., M.Akt, menjelaskan bahwa kegiatan ini telah melalui tahapan yang sistematis, dimulai dari Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan permasalahan, kemudian dilakukan pelatihan intensif tentang pengelolaan sampah, hingga produksi dan implementasi alat komposter, mesin pencacah sampah anorganik, serta aplikasi pencatatan transaksi keuangan menggunakan softwere aplikasi pintar guna pencatatan kegiatan dan hasil produksi secara transparan dan akuntabel.

Turut terlibat dalam tim pelaksana adalah Prof. Setyani Dwilestari dan Dr. Putri Suryandari, ST, M.Ars, yang memimpin aspek teknis dalam desain dan pengembangan alat.  Mesin pencacah sampah didesain ringkas dan mudah dioperasikan oleh ibu-ibu rumah tangga, sedangkan sistem komposter mampu mempercepat proses penguraian sampah organik menjadi kompos yang siap pakai untuk kebutuhan pertanian urban dan penghijauan lingkungan sekitar.

Dukungan teknologi informasi juga turut dihadirkan melalui platform administrasi online, memungkinkan pencatatan data produksi, distribusi kompos, serta hasil pengolahan sampah secara real-time. Aplikasi pencatatan transaksi keuangan menggunakan softwere aplikasi pintar

Melalui kegiatan ini, PKK Asoka tidak hanya bertransformasi menjadi komunitas yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya di bidang pengelolaan sampah dan ekonomi hijau.

“Kami berharap hasil dari program ini dapat direplikasi di wilayah lain dan menjadi contoh nyata bahwa pemberdayaan masyarakat melalui teknologi tepat guna bisa mendorong perubahan lingkungan dan ekonomi sekaligus,” tambah Rinny Meidiyustiani. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *