oleh

Berperan Sebagai Session Chair, Dosen ITPLN Unjuk Peran di Forum Energi ASEAN di BSD City

TANGERANG – Institut Teknologi PLN (ITPLN) mengirim enam dosen untuk berperan sebagai Session Chair dalam International Conference on Technology and Policy in Energy and Electric Power (ICT-PEP) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 22–24 September 2026. Konferensi tersebut digelar bersamaan dengan Enlit Asia MKI Electricity Connect 2026.

Enam dosen ITPLN yang dipercaya menjadi Session Chair yakni Prof. Dr. Susy Fatena Rostiyanti, S.T., M.Sc.; Dr. Ir. Muhammad Sofyan, S.T., M.T.; Septianissa Azzahra, S.T., M.T.; Rosida Nur Aziza, S.T., M.Eng.; Dr. Andi Makkulau, S.T., M.I.Kom., M.T.; dan Dr. Ranti Hidayawanti, S.T., M.M. Keterlibatan mereka menempatkan akademisi ITPLN dalam forum yang mempertemukan kalangan akademik dan industri energi.

Wakil Rektor I ITPLN Bidang Akademik, Prof Susy Fatena Rostiyanti mengatakan keterlibatan dosen dalam forum internasional menjadi bagian dari penguatan peran akademisi dalam perkembangan teknologi dan kebijakan energi. “Kehadiran dosen ITPLN sebagai Session Chair merupakan kesempatan untuk berkontribusi langsung dalam forum akademik internasional,” ujar Prof Susy dalam keterangannya, Senin, (28/9/2026).

ICT-PEP 2026 merupakan konferensi internasional yang berfokus pada teknologi dan kebijakan energi serta sistem ketenagalistrikan. ICT-PEP 2026 yang dikolaborasikan dengan Enlit Asia MKI Electricity Connect 2026 memungkinkan peserta konferensi berada dalam lingkungan yang mempertemukan riset akademik dengan pelaku industri, utilitas, inovator teknologi, dan pemangku kebijakan.

Dalam perannya sebagai Session Chair, para dosen bertugas memandu sesi ilmiah, memperkenalkan presenter, menjaga alur dan ketepatan waktu presentasi, serta memfasilitasi diskusi dan tanya jawab. Peran tersebut menuntut penguasaan substansi sekaligus kemampuan mengelola forum ilmiah.

Agenda ICT-PEP 2026 juga berlangsung dalam ekosistem Enlit Asia yang mengangkat berbagai isu strategis sektor energi ASEAN. Agenda Enlit Asia mencakup modernisasi jaringan, pembangkitan bersih, dekarbonisasi, digitalisasi dan kecerdasan buatan, pusat data, hingga energi nuklir.

Menurut Prof Susy interaksi akademisi dengan peneliti dan praktisi industri penting untuk mempertemukan pengembangan ilmu dengan kebutuhan nyata sektor energi. Forum internasional juga dapat membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan dan pengembangan jejaring penelitian. “Keterlibatan enam dosen itu diharapkan bisa memperluas ruang kolaborasi ITPLN dengan komunitas akademik dan profesional dari berbagai institusi,” katanya.

Para dosen dapat bertukar gagasan mengenai perkembangan sistem ketenagalistrikan, energi terbarukan, digitalisasi, kecerdasan buatan, serta teknologi pendukung transisi energi.

Penyelenggaraan Enlit Asia MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD City mempertemukan komunitas energi ASEAN melalui konferensi, sesi teknis, pameran, serta jejaring profesional. Penyelenggara menyebut kegiatan tersebut menghadirkan pembahasan teknologi dan solusi yang membentuk perkembangan sektor energi kawasan.

Bagi ITPLN, keterlibatan enam dosen sebagai Session Chair menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas akademik sekaligus mempertemukan pendidikan dan penelitian dengan perkembangan industri energi. Peran tersebut juga menjadi ruang bagi sivitas akademika untuk berkontribusi dalam diskusi mengenai masa depan teknologi dan sistem energi di tingkat regional. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *