oleh

Tergiur Uang Dollar Jutaan Rupiah, ASN dari Stasiun Karantina Diamankan Polda Kepri

POSKOTA CO – Naas betul nasib WD sebagai Aparatur Negara Sipil (ASN) dari Stasiun Karantina Ikan Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Batam (SKIPM), berharap dapat uang puluhan juta rupiah plus dollar dari hasil penyalah gunaan wewenang, malah disikat Direskrimsus Polda Kepri dengan kasus korupsi.

Berawal dari kelihaian memanfaatkan kondisi, WD berani melakukan aksinya karena ada kesempatan. Eksportir kawatir barang-barang komoditas rusak jika telat sampai ketujuan pengiriman. Saat barang hendak muat di pelabuhan, tentunya harus memiliki surat izin muat, hal inilah yang dimanfaatkan WD.

WD mau memberi surat izin muat kepada eksportir, dengan imbalan 10.000 rupiah untuk fee perboxnya. ” Modusnya pelaku WD meminta fee setiap boxnya barang-barang komoditas seperti udang, yang akan diekspor ke luar negeri. Dengan jabatannya, WD mempunyai kewenangan menandatangani surat perintah muat terhadap barang-barang komoditas tersebut, ” ungkap Wadir Reskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan, S.Ik, MH, Rabu (25/8).

Masih menurut Nugroho Agus Setiawan, WD diamankan dari lokasi Morning Bakery di wilayah Batam oleh Tim Sudit 3 dalam Operasi Tangkap Tangan Polisi mendapati uang tunai 12.450.000 rupiah dan 16.636 uang dollar Singapura dari WD, (21/5).

Selain sejumlah uang, ada 10 Kartu ATM, 3 Buku Tabungan, 1 Unit Handphone, 2 buah tas dan bandel dokumen diamankan polisi.

Akibat perbuatannya tersangka WD dapat dijerat dengan Pasal 12 huruf (e) dan Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pada pasal 12 huruf (e).

” Pegawai Negeri atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri. Ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara″. tutup Nugroho ( ferry).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *