oleh

Polda Jateng Bekuk Komplotan Perampok Toko Emas di Blora

POSKOTA.CO – Tiga perampok toko emas di Blora ditangkap tim Polda Jawa Tengah (Jateng). Pelaku dikenal nekat, padahal lokasi toko emas itu hanya berjarak 100 meter dari Polsek Blora Kota.

Ketiga pelaku ditangkap di kawasan Batang, Jateng dan Surabaya, Jatim. Pelaku inisial SFK ditangkap di Subah, Batang, Jateng. Sedang ATR dan MAS disergap disebuah rumah kawasan kota Surabaya, Jatim. Para pelaku kabur setelah sebagian besar hasil rampokannya dijual.

“Dari tangan pelaku disita bukti satu pucuk airsoft gun, 30 buah perhiasan emas, uang Rp33 juta, dan satu kalung emas,” kata Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Wihastono Yoga Pranoto, Kamis (6/8/2020).

Aksi perampokan Toko Emas Tony Mustika di Jalan Mr Iskandar, Blora, terjadi pada 25 Juli 2020 sekitar pukul 07.45 WIB. Para pelaku sengaja beraksi di pagi hari saat pengunjung toko belum ramai. Saat itu, karyawan dan pemilik baru membuka tokonya langsung didatangi para pelaku.

Karyawan toko tidak berani melawan setelah ditodong dengan senjata api serta diancam ditembak jika melawan. Pelaku lain memecah kaca etalase toko emas dengan menggunakan sejenis sabit.

Sebanyak 117 buah perhiasan emas berbagai model dengan berat mencapai 779,43 gram dibawa kabur pelaku. Tim Unit Resmob Subdit 3/Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng yang menangani perampokan itu melakukan serangkaian tindakan penyelidikan.

Akhirnya keberadaan tiga pelaku berhasil diendus dan ditangkap, meski dua pelaku kabur ke Surabaya. Dalam pemeriksaan terungkap, tersangka SFK dan ATR berperan sebagai eksekutor, serta pelaku MAE bertugas mengawasi di sekitar lokasi kejadian.

Dikatakan Kombes Wihastono, perhiasan emas hasil kejahatan sebagian besar dijual secara eceran di pedagang emas pinggir jalan di daerah Lembang, Subang, Indramayu, dan Cirebon, Jawa Barat. Aksi perampokan itu sudah direncanakan ketiga pelaku jauh hari sebelumnya.

Sebelum melancarkan aksinya, pelaku lebih dulu melakukan survei lokasi untuk memastikan agar aksi mereka bisa berjalan lancar. Pelaku juga mempelajari situasi sekitar toko dan jalan yang akan digunakan untuk melarikan diri setelah beraksi. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *