oleh

Pelatih Pramuka Rekam Aksi Cabulnya di Ponsel, Puluhan Pelajar Menjadi Korban

POSKOTA.CO – Penjaga sekolah sekaligus pelatih Pramuka mengaku kerap merekam aksi pedofilianya terhadap murid di sekolahnya menggunakan ponsel dan selanjutnya menyebarkan ke twitter komunitas pedofilia.

Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan selama 8 tahun menjalani aksinya, pelaku selalu merekam. Sedangkan perbuatannya dilakukan di ruang Unit Kesehatan Siswa (UKS) dan rumah dinas pelaku ketika sepi.

“Dia (pelaku) selalu merekam aksinya di ponsel kemudian diposting di Twitter yang anggotanya adalah orang-orang menyimpang,” tutur Argo, Sabtu (22/2/2020).

Pelaku merasa bangga bisa mengunggah video itu ke grup yang berisi sesama pedofil untuk bertukar koleksi.

Di grup tersebut tidak sedikit anggotanya ada 350 orang. Kini penyidik tengah tengah menelusuri identitas di grup itu agar tidak ada lagi kejadian serupa.

“Anggota di grup itu kami tracking satu-satu. Ini butuh waktu dan banyak yang pakai identitas palsu,” tambah jenderal bintang satu itu.

Dikatakannya, Subdit Siber Bareskrim Polri terus mengembangkan kasus jaringan komunitas pedofilia di media sosial yang melibatkan satu tersangka yakni PS (44) seorang penjaga sekolah sekaligus pelatih pramuka di Jawa Timur.

‎Atas perbuatannya, kini tersangka PS ditahan di Rutan Bareskrim dan dijerat dengan pasal 82 ayat 1 jo Pasal 76E dan Pasal 88 Jo pasal 761 UU RI No 35 tahun‎ 2014 tentang perubahan UU RI no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak.

Selain itu Pasal 29 Jo Pasal 4 ayat 1 Jo Pasal 37 UU no 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 45 ITE dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 6 miliar. (r)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *