oleh

Protes Revitalisasi, Puluhan Seniman TIM Berunjuk Rasa

POSKOTA.CO – Puluhan  seniman berunjuk rasa Jumat (21/2). Mereka menolak revitalisasi Taman Ismail Marzuki  (TIM) tanpa dialog dan sepihak.

Unjuk rasa  koordinator Tatang Daniel, seniman melakukan ‘hapening art’, melukis dan menyanyi, membaca sajak, selain berdiri di depan TIM, di Jl. Cikini Raya 73, Jakarta Pusat. Sebagian membentangkan spanduk dan pamflet sambil  tutup mulut.

Aksi mereka menjadi perhatian masyarakat yang melinatas di depan Pusat Kesenian Jakarta itu hingga sempat membuat pengendara berjalan perlahan sekedar ingin mengetahui.

Dikatakan Tatang, Gubernur DKI bikin kebijaksanaan diam diam dan  merehabilitasi TIM secara sepihak.  “Dewan Kesenian Jakarta dan Akademi Jakarta, tidak diajak bicara,” ujarnya.

Bahkan para seniman maestro yang biasa berkarya di TIM, seperti Putu Wijaya, Nano Riantiarno juga tidak diajak bicara. “Ini sepihak, tidak memenuhi kaidah artistik dan teknis, “ katanya.

Noorca Narendra Massardi menegaskan, aksi di depan halaman TIM, di pinggir jalan Cikini Raya akan dilakukan rutin tiap hari Jumat, gerakan moral melawan revitalisasi sepihak selama 3 bulan dan akan terus berlangsung.

“Kami tidak punya senjata, tidak punya partai, inilah gerakan moral kami, “ Katanya.

Pasca revitalisasi, Pemprov DKI Jakarta memastikan tidak mengkomersilkan Taman Ismail Marzuki (TIM).

“TIM ini untuk kesejahteraan warga, tidak mengelola komersil untuk kesenian. Kami tidak akan komersilkan,” kata M.Taufiqurrahman, Direktur Operasional Jakpro  menjawab kekhawatiran kelompok seniman TIM.

Dikatakannya,  target revitalisasi tuntas 2022. Saat ini baru sekesai sekitar 15 persen. “Kita sudah bersosialisasi dengan sejumlah seniman dan budayawan

sejak tahun lalu seperti dengan  Taufik Ismail, Emby C Nur, Profesor Bambang Wibawarta dari Universitas Indonesia (UI) serta Arie Batu Bara.

Misi revitalisasi itu sendiri guna memberikan tempat yang lebih baik untuk para seniman beraktivitas. (r)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *