oleh

Mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin Didakwa Memberi Suap

POSKOTA.CO-Mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin didakwa terlibat tindak pidana penyuapan. Azis memberikan suap kepada mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju sebesar Rp3 Miliar dan 36 ribu Dolar Amerika.

Pemberian uang ini terkait penanganan perkara yang ditangani KPK di Kabupaten Lampung Tengah. Dakwaan yang menghantar Azis Syamsudin sebagai pesakitan dibacakan Jaksa Penuntut Umum pada KPK dalam sidang sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin (6/12/2021).

Selain itu, Azis juga didakwa menyuap Robin dan pengacara Maskur Husain dengan tujuan agar keduanya membantu mengurus kasus yang melibatkan Azis dan Aliza Gunado terkait kasus yang ditangani KPK pada Oktober 2019 lalu. “Terdakwa telah memberi uang secara bertahap yang seluruhnya berjumlah Rp 3.099.887.000 dan USD36.000” kata Jaksa KPK Lie Putra Setiawan dalam dakwaannya.

Menurut Jaksa KPK, terdakwa Azis menyuap Robin dan pengacara Maskur Husain dengan tujuan agar keduanya membantu mengurus kasus yang melibatkan Azis dan Aliza Gunado.Kasus itu diselidiki KPK pada Oktober 2019 lalu. Saat kasus tengah diusut, Azis dan Aliza diduga mengetahui akan ikut terseret dalam kasus itu.

Keduanya lantas mencari cara agar namanya tak dikaitkan dalam kasus tersebut. Terdakwa Azis kemudian meminta bantuan anggota Polri bernama Agus Setiadi untuk dicarikan kenalan di KPK. Dari pembicaraan itu,  Agus merekomendasikan Robin yang saat itu menjadi penyidik di KPK. Pada Agustus 2020, Azis meminta Robin datang ke rumahnya di Jalan Denpasar Raya, Jakarta Selatan untuk membicarakan kasus di Lampung Tengah. Robin tak sendiri saat itu, dia ditemani Pengacara Maskur Husain.

Dalam pertemuan itu, Robin dan Maskur meminta Azis untuk menyiapkan uang sejumlah Rp4 miliar guna menutup nama keduanya kasus di Lampung Tengah. Azis menyanggupi permintaan Robin dan Maskur. “Dengan perhitungan masing-masing sejumlah Rp2 miliar dari terdakwa dan Aliza Gunado, dengan uang muka sejumlah Rp300 juta,” ujar Jaksa Lie.

Azis didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Selain itu, Azis juga dijerat Pasal 13 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto. Pasal 64 ayat (1) KUHP.(Omi/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *