oleh

Koreksi Diperketat, Plt Bupati Bogor: Cegah Inisiatif Membawa Bencana

POSKOTA. CO – Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, akhirnya naik tahta. Iwan menjadi Plt Bupati Bogor atas petunjuk Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Iwan Setiawan yang secara lisan sudah diminta Ridwan Kamil menjadi Plt Bupati Bogor, setelah KPK menetapkan Bupati Bogor, Ade Yasin sebagai tersangka terkait OTT dua hari lalu.

Politisi Gerindra yang mendampingi Ade Yasin sejak 2018 mengaku, kaget atas OTT Bupati. Bagi Iwan, selama ini Pemkab Bogor tak pernah melakukan hal tersebut. Setidaknya, pada dua tahun anggaran sebelumnya.

“Dua tahun sebelumnya dalam proses penilaian BPK Perwakilan Jawa Barat, kami tak pernah memberikan uang suap,” katanya kepada wartawan di Cibinong, Kamis, (29/4/2022).

Muncul istilah Inisiatif Membawa Bencana (IMB) yang diutarakan tersangka Ade Yasin saat dibawa ke rumah tahanan Polda Metro Jaya usai jumpa pers Kamis subuh, menurut Iwan, kedepan untuk mencegah anak buah melakukan inisiatif membawa bencana, dirinya akan terus melakukan koreksi.

“Saya meminta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk melaporkan keuangan secara apa adanya,” tegas Iwan Setiawan.

Ade Yasin dan tiga pejabat Pemkab Bogor lainnya sudah menjadi tersangka dugaan kasus penyuapan terhadap auditor BPK Perwakilan Jawa Barat.

Dugaan penyuapan dari orang kepercayaan Bupati Bogor Ade Yasin kepada auditor BPK Perwakilan Jawa Barat agar laporan keuangan Pemkab Bogor di tahun anggaran 2021 kembali meraih penilaian wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK Perwakilan Jawa Barat.

Hal itu karena seharusnya status penilaian laporan keuangan Pemkab Bogor di tahun anggaran 2021 jelek atau opini disclaimer.

Penilaian opini disclamer atau tak bisa diaudit tersebut salah satunya karena audit proyek yang tergabung dalam program Cibinong City A Beautiful yaitu peningkatan Jalan Kandang Roda-Pakansari senilai Rp94,6 miliar, yang dikerjakan oleh PT Lambok Ulina selaku pemenang lelang.

Pemberi Suap

Selaku pemberi suap, para tersangka dari pihak Pemkab Bogor yaitu Ade Yasin (AY), Bupati Bogor periode 2018-2023, Ihsan Ayatullah (IA), Kasubid Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor, Maulana Adam (MA), Sekdis Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Rizki Taufik (RT), PPK pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Ruli Fathurrahman (RF) Kasubag Keuangan Setda Kabupaten Bogor, Teuku Mulya (TK), Kepala BPKAD Kabupaten Bogor, Andri (AR), Sekretaris BPKAD Kabupaten Bogor dan Hani (HN), staf BPKAD Kabupaten Bogor.

Sedangkan penerima suap yakni Anthon Merdiansyah (AM), Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Kasub Auditorat Jabar III/Pengendali Teknis, Arko Mulawan (AM), pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Ketua Tim Audit Interim Kab. Bogor, Gerri Ginajar Trie Rahmatullah (GGTR), pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Pemeriksa dan Hendra Nur Rahmatullah Karwita (HNRK), pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Pemeriksa.

AY dan teman-temannya selaku pemberi suap dikenakan pasal 5 ayat 1 huruf a, atau b atau pasal 13 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 yang diubah dengan Undang-Undang nomor 20 Tahun 2021 tentang pemberantasan korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 kitab undang-undang hukum pidana (KUHP). (yopi/bw)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.