oleh

Kasus Investasi Bodong di Tangerang Mulai Disidangkan

-Hukum Kriminal-13.380 views

POSKOTA.CO – Pengadilan Negeri Tangerang mulai menyidangkan kasus investasi bodong  alat-alat elektronik dengan terdakwa Lience Linawati,(30).

Terdakwa yang merupakan waga Cluster Kirana Jl Sutra Kirana  3 Perumahan  Pabuaran  Residence  Cimone, Kecamatan Karawati, Kabupateng  Tangerang sejak bulan Juni  2020 ditahan  di LP Wanita, Tangerang.

Kasus Lince Linawati sempat ramai dikatenakan terlibat Infestasi Bodong  alat elektronik.yang meraup keuntungan puluhan miliar dari para korban.

Persidangan perdana pada Rabu (8/7/2020) di Pengadilan  Negeri Tangeran berlangsung secara  virtual atau online,  karena pandemi  Covid-19.

Perkara  dengan nomor register 1326/Pid.B/2020, di Pengadilan Negeri Tangerang dipimpin Ketua Majelis hakim Arif Budi Cahyono, dan hakim anggota Mahmuruddin dan Kamarudin Simanjuntak.

Jaksa Penuntut Umum( JPU) Endang Dian  Eka Lestari.dalam dakwaannya menyebutkan terdakwa Lince Linawaty sejak tahun 2016 sampai 2018 dengan bujuk rayunya telah memperdaya korban Dahlyanti untuk menanamkan modal  infestasi, alat elektronik dengan  janji muluknya  untuk bagi keuntungan.

Korban  terbujuk dan tergerak menyerahkan uang modal infestasi miliaran rupiah.

Namun  apa yang dijanjikan ternyata tidak pernah ada.Terdakwa   telah melanggar Pasal 378 , 372  jo  Pasal 64 (1) KUHPidana. Sebagai mana yang didakwakan jaksa.

Saksi pelapor Dalyanti mengatakan terdakwa sudah berulang kali ditagih janji tentang keuntungan. Bahkan mengatakan  telah mentransfer  sejumlah uang hasil keuntungan ke Bank kepada korban.

Padahal hal itu hanya akal-akal2an saja karena uang yang disebutkan tidak pernah masuk ke rekening korban.

Demikian juga bukti pembelian alat elektronik,berupa kulkas, AC, teve, tak ada nota pembelian disebutkan  ada toko, tapi tak pernah barang  di toko.

Pelapor mengatakan tak pernah diperlihatkan,bentu bentuk barang elektronik yang  dikatan sebagai infestasi.

Akibat ulah bujuk rayu terdakwa  pelapor menderita kerugian  sebesar kurang lebih Rp 5 miliar.

 Merasa tertipu dan dibohongi korban akhirnya melaporkan kasus penipuan tersebut ke Polres Kabupaten .

Sidang dilanjutkan tanggal 15 juni 2020.untuk mendengarkan eksepsi dari pengacara terdakwa. (feri)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *