POSKOTA.CO – Polres Bandara Soekarno Hatta (Soetta) melakukan pengamanan atas kepulangan 114 Warga Negara Indonesia (WNI) terdampak gempa dari Turki. Dalam rombongan itu juga ada dua jenazah WNI yang menjadi korban gempa di Turki dipulangkan ke daerah asalnya, yakni Bali dan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pengamanan kepulangan WNI dari Turki itu dilakukan Polresta Bandara Soetta bekerja sama dengan Angkasa Pura II, Bea Cukai Bandara Soetta, Kantor Imigrasi Bandara Soetta, Balai Kesehatan Bandara Soetta dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Kapolres Bandara Soetta Kombes Pol Roberto Pasaribu beserta seluruh jajaran Polresta Bandara Soetta menyampaikan rasa duka yang mendalam terhadap WNI yang meninggal dunia akibat bencana alam gempa di Turki dan menyampaikan rasa prihatin kepada seluruh WNI yang terdampak atas peristiwa tersebut.
“Kami bersama stakeholder di Bandara Soetta melakukan kegiatan kepolisian simpatik dan dialogis untuk membantu kelancaran kepulangan saudara-saudara kita yang terdampak gempa Turki. Penerimaan jenazah untuk diberangkatkan ke daerah asal, kami utamakan anak-anak atau adik-adik pelajar yang terdampak untuk bisa bertemu keluarga yang menjemput dengan lancar,” kata Kapolres Bandara Soetta Kombes Roberto Pasaribu, Kamis (23/2/2023).
“Kami juga berdoa semoga semua dapat pulih kembali baik secara fisik maupun psikis setelah pulang ke tanah air,” ujar Roberto. Sementara itu, Wakapolres Bandara Soetta AKBP Anton Firmanto membahkan, para WNI atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) itu tiba di Terminal 3 Bandara Soetta menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 7890 rute Jeddah (JED) – Jakarta (CGK).
Petugas gabubgan telah melakukan pengamanan kedatangan dan pemulangan WNI/PMI dari luar negeri yang terdampak gempa di Turki. “Pemulangan para WNI ini dilakukan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Hubinter Polri” ujarnya.
Dijelaskan AKBP Anton, WNI/PMI yang dipulangkan sebanyak 114 orang dan dua jenazah melalui kargo. Sebanyak 84 orang di antaranya merupakan WNI biasa, satu orang PMI biasa dan delapan orang PMI terindikasi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Selain itu, ada empat orang pendamping yang terdiri dari dua petugas Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) dan dua orang KBRI serta 18 orang dari Tim Kemanusiaan (EMT dan Kemko PMK). “Ada dua jenazah melalui kargo atas nama Irma Lestari asal Lombok, NTB dan Ni Wayan Supini asal Bali,” kata Anton.
Untuk kedua jenazah lanjut Anton akan langsung dipulangkan ke kampung halamannya melalui Kargo Bandara Soekarno Hatta. Jenazah WNI/PMI atas nama Ni Wayan Sutini asal Bali akan di berangkatkan dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 422 take off pukul 13.00 WIB dan tiba di Denpasar Bali pukul 15.50 Wita.
Sementara jenazah WNI/PMI atas nama Irma Lestari asal NTB akan diberangkatkan dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 430 take off pukul 10.55 WIB dan tiba di Lombok pukul 13.55 Wita. “Seluruh WNI, kepulangannya dijemput oleh keluarga masing-masing. Ada yang transit menggunakan jasa penerbangan lanjutan. Sedangkan untuk PMI ditangani oleh pihak BP2MI Bandara Soetta,” tuturnya.
AKBP Anton mengungkapkan, polisi hadir karena merasa prihatin dengan saudara-saudara yang terkena musibah gempa di Turki. “Kehadiran kami untuk memberikan kelancaran serta menenangkan trauma pada mereka,” tambah Anton.
Operasi kemanusiaan ini dipimpin oleh Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Judha Nugraha dengan melibatkan juga BNPB yang bekerja sama dengan Atase Polri di Turki. (Omi/bw)







Komentar