oleh

Istri Mantan Promotor Tinju Zaenal Tayeb Disomasi Terkait Kasus Tanah

POSKOTA.CO – Kuasa hukum Hedar Giacomo Boy, Bernadin SH, melayangkan somasi kepada Nyoman Dewi Anggreni, istri dari terdakwa Zaenal Tayeb (ZT) serta media online iNews.

“Atas komen Bu Dewi terkait suaminya tidak bersalah, klien kami dirugikan. Sebaiknya tunggu saja proses pembuktian di sidang pengadilan, tidak perlu komentari ini-itu, sebab itu wewenang hakim yang akan memutus seorang terdakwa terbukti bersalah atau tidak,” kata Bernadin, di Badung, Bali, pada Senin (20/9/2021).

Soal media online iNews.id, menurut Bernadin, tidak profesional di dalam menggali berita yang didapatnya. “Karena ini akan berpengaruh kepada imej masyarakat yang membaca. Untuk itu kami selaku kuasa hukum dari Hedar, melayangkan surat somasi sebagai hak jawab mewakili klien kami, yang jelas-jelas sudah dirugikan,” ungkap Bernadin.

Sebelumnya iNews memuat pernyataan Ni Nyoman Dewi Anggreni yang menyebutkan suaminya tidak bersalah dan menipu Hedar, keponakannya yang memang sudah menjadi orang dekat sekaligus kepercayaan keluarga untuk menjalankan bisnis properti.

“Pelapor (Hedar) yang diangkat sebagai direktur untuk mengelola perusahaan. Semua saham atas nama saya dan suami. Selama dia menjalankan perusahaan tidak pernah ada RUPS dan kami nggak tahu keuntungan perusahaan larinya ke mana,” ujar Dewi.

Keterangan tersebut, menurut Bernadin, sangat merugikan kliennya, karena RUPS telah dilaksanakan, tercatat dalam Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Nomor: 41 tertanggal: 23 Agustus 2017, di mana Ni Nyoman Dewi Anggreni sebagai komisaris ikut tanda tangan di dalamnya dan mengangkat kembali klien kami sebagai direktur untuk yang kedua kalinya.

“Bahkan pada saat akuisisi Ni Nyoman Dewi Anggreni turut serta tanda tangan penjualan 40 lembar saham yang dimiliki kepada klien kami sehingga akta akuisisi terbit pada tanggal: 08 Januari 2018 dengan nomor: 03 akta mana dibuat di hadapan Notaris BF Harry Prastawa SH, notaris di Kabupaten Badung,” jelas Benadin.

Melalui surat somasi tersebut, Benadin meminta Ni Nyoman Dewi Anggreni untuk segera melakukan klarifikasi kepada awak media paling lambat 3 x 24 jam sejak sejak surat ini dikirimkan.

“Apabila tidak ada respons, maka kami akan menempuh proses hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan tuduhan pencemaran nama baik (Pasal 310 KUHPidana jo Pasal 311 KUHPidana jo Pasal 315 KUHP jo Pasal 27 Ayat 3 UU ITE, jo Pasal 45 UU ITE, jo Pasal 36 UU ITE, jo Pasal 51 Ayat 2 UU ITE),” tegas Bernadin.

Sedangkan untuk media online iNews, Bernadin meminta hak jawab dan hak koreksi sesuai dengan Undang-Undang Nomor: 40 Tahun 1999 tentang Pers (UU Pers); a. Hak jawab adalah hak seseorang atau sekelompok orang untuk memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan berupa fakta yang merugikan nama baiknya; b. Hak koreksi adalah hak setiap orang untuk mengoreksi atau membetulkan kekeliruan informasi yang diberikan oleh pers, baik tentang dirinya maupun tentang orang lain.

“Kami sebagai kuasa hukum klien kami berpandangan bahwa akibat dari pemberitaan yang sudah beredar telah merugikan klien kami secara langsung karena belum ada putusan apa pun dari Pengadilan Negeri Denpasar atas perkara pidana tersebut. Selanjutnya kami selaku kuasa hukum klien kami, meminta pihak redaksi untuk segera melakukan klarifikasi atas berita yang sudah dimuat pada tanggal: 18-09-2021,” terang Bernadin. (dk)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *