oleh

Terdakwa Akui hanya Rekayasa dan Telanjang saat Menangkap Babi

POSKOTA.CO – Kegiatan sidang terdakwa berita bohong alias hoaks babi ngepet di Bedahan, Kecamatan Sawangan mendengarkan sejumlah keterangan saksi yang menyatakan bahwa terdakwa Adam Ibrahim (44), warga RT 02/04 Kelurahan Bedahan, Sawangan sempat berorasi di hadapan warga sekitar bahwa dirinya berhasil menangkap babi ngepet yang dikatakan meresahkan.

“Saat terdakwa sedang berorasi di hadapan masyarakat, kita menyaksikan dan mendengar terdakwa berkata-kata di hadapan warga dengan menggunakan sound system perihal penangkapan babi ngepet,” ujar saksi Rahman dan Yusuf dalam keterangannya di hadapan majelis hakim yang dipimpin M Iqbal Hutabarat dengan anggota Yuanne Marrieta dan Darmo Wibowo Mohammad dan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Depok, Putri Dwi Astrini dan Alfa Dera dalam sidang di Pengadilan Negeri Depok, pada Senin (20/9/2021).

Ada tiga orang saksi yang diminta keterangan terkait kasus tersebut salah satunya Intelkam Polsek Sawangan Rahman Putra (kanit intelkam) dan Yusuf Effendi, yang mengakui melihat langsung terdakwa berorasi di hadapan warga sekitar yang menyatakan bahwa terdakwa dengan dibantu warga yang lain telah berhasil menangkap babi ngepet, babi jadi-jadian atau babi pesugihan.

Informasi adanya penangkapan babi ngepet membuat kawasan tersebut terjadi kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19, namun tidak sampai ke arah kericuhan. Setelah hewan babi ditangkap, terdakwa mengatakan bahwa hewan babi itu babi ngepet atau babi jadi-jadian karena informasinya banyak warga sekitar kehilangan uang di rumahnya.

“Tujuan terdakwa menangkap hewan babi untuk membantu masyarakat yang sudah kehilangan sejumlah uang di rumahnya. Dengan cara mengungkap babi ngepet tersebut ada. Akan tetapi, setelah dilakukan pemeriksaan, terdakwa mengakui kalau itu hanya rekayasa saja,” tutur saksi.

Sementara itu, Ketua RW 04 Hamdani mengatakan di bawah sumpah, bahwa saksi bertempat tinggal tidak jauh dari lokasi penangkapan babi yang dilakukan terdakwa dengan dibantu beberapa warga dengan cara telanjang (bugil).

“Sesudah saya salat sekitar pukul 00.02 WIB, saya melihat ada seekor babi yang sudah ditangkap oleh warga yang dalam keadaan telanjang (bugil). Kemudian ustaz menyuruh agar babi itu dimasukkan ke dalam kandang yang terbuat dari bambu kuning yang letaknya tidak jauh dari rumahnya,” tuturnya yang meminta bantuan dirinya mengumumkan perihal penangkapan babi ngepet ke warga di pagi harinya.

Setelah menjadi tontonan warga, tambahnya, sekitar pukul 12.00 babi tersebut dipotong oleh Suhanda dan dikubur di lahan kosong, namun diprotes ahli waris pemilik lahan.

“Keesokan harinya datanglah anggota kepolisian. Setelah digali dan dilihat, ternyata babi itu tidak berubah wujud dan masih tetap babi. Saya tahu kalau babi itu adalah babi hutan setelah dilakukan pemeriksaan di kepolisian. Iya, saya juga merasa telah tertipu oleh terdakwa,” ujarnya.

Sidang akan dilanjutkan pekan depan masih mendengarkan saksi lainnya. (anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *