oleh

Dua Anak Korban Pelecehan Seksual di Depok Terima Uang Restitusi

POSKOTA.CO – Dua kasus tindak pidana perlindungan anak di Kota Depok yang dilakukan terpidana Syahril Parlindungan Martinus Marbun alias Kaka Ai setelah divonis 15 tahun kurungan penjara dan denda Rp200 juta serta harus membayar uang restitusi kepada dua orang korban sebesar Rp18 juta.

“Disaksikan Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Dr (iur) Antonius PS Wibowo SH, MH, penasihat hukum dari dua anak korban dan orang tua anak secara resmi telah menyerahkan pembayaran uang restitusi dalam kasus tindak pidana perlindungan anak atas nama terpidana Syahril Parlindungan Martinus Marbun alias Kaka Ai,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Depok Sri Kuncoro SH, MSi, didampingi staf Kejari Depok, pada Senin (29/11/2021).

Penyerahan uang restitusi sebesar Rp18 juta sebagai pelaksanaan eksekusi atas putusan Mahkamah Agung RI yang telah berkekuatan hukum tetap kepada dua orang tua yang mengalami proses hukum tindak pidana perlindungan anak juga dihadiri Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Dr (iur) Antonius PS Wibowo SH, MH, penasehat hukum dari dua anak korban.

Terpidana Syahril Parlindungan Martinus Marbun alias Kaka Ai terbukti melakukan pencabulan dan dinyatakan melanggar Pasal 82 Ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara serta denda Rp200 juta, dan terpidana diharuskan membayar uang restitusi kepada korbannya.

Menurut Sri, dalam beberapa bulan belakangan kasus perkara korban anak di Kota Depok ada peningkatan. Bahkan data di tahun 2021, sekitar 43 SPDP dan 22 SPDP dinyatakan lengkap dan dilakukan penuntutan.

Sementara itu, Wakil Ketua LPSK Dr Antonius PS Wibowo mengaku, sangat mengapreasi keberhasilan Kejari Depok dalam memasukkan permohonan pembayaran uang restitusi dalam tuntutannya. “Keberhasilan mengajukan pertanyaan permohonan uang restitusi ini baru Kejari Depok saja di wilayah Jawa Barat yang berhasil dan berkekuatan hukum tetap,” ujarnya. (*/anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *