oleh

Kemhan dan Pimpinan TNI Pacu Pembangunan 750 Batalyon Teritorial, Gerakkan Ekonomi Rakyat dan Jamin Keamanan Desa

​JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) memacu (mengakselerasi) pembentukan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di seluruh wilayah Indonesia.

Melalui program strategis nasional ini, pemerintah menargetkan pembangunan 750 Yonif TP yang disebar secara merata hingga ke tingkat kabupaten/kota untuk memperkokoh benteng pertahanan negara sekaligus menyejahterakan masyarakat dan menggerakkan ekonomi akar rumput.

​Tidak sekadar berfokus pada kekuatan pertahanan fisik semata, penempatan pangkalan militer modern ini dirancang secara presisi berdasarkan doktrin Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Siskamhanrata) guna memberikan multiplier effect (efek berantai positif) langsung bagi masyarakat pedesaan.

​Dalam Rapat Kerja Pemerintah bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memaparkan bahwa konsep Yonif TP merupakan langkah taktis dan strategis menyatukan fungsi keamanan wilayah dengan pelayanan sosial-ekonomi kerakyatan.

​Pemerintah menargetkan penambahan secara bertahap sebanyak 150 batalyon setiap tahunnya hingga mencapai target akhir 750 batalyon. Saat ini, lebih dari 250 Batalyon Teritorial Pembangunan telah aktif terbentuk dan beroperasi di berbagai pangkalan wilayah.

​”Batalyon Teritorial Pembangunan ini memiliki struktur unik yang tidak dimiliki negara lain. Kehadiran kapasitas hingga 1.190 prajurit di setiap kabupaten bukan hanya menjaga stabilitas keamanan dari aksi kejahatan dan pembegalan, tetapi anggaran belanja operasional pangkalan secara otomatis terserap langsung ke pasar tradisional, pedagang lokal, dan UMKM sekitar,” tegas Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Selasa (29/9/2026), dalam keterangannya yang didapat POSKOTAONLINE.COM.

​Penguatan ini disokong penuh oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, dan Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Pimpinan TNI menegaskan bahwa seluruh personel Yonif TP dibekali keterampilan teritorial khusus di luar kemampuan dasar tempur demi membantu mengatasi kesulitan rakyat.

​”TNI hadir bukan hanya untuk kekuatan tempur semata, melainkan untuk kesejahteraan dan rasa aman rakyat. Prajurit di Yonif TP terjun langsung membantu irigasi, pertanian, hingga mem-backup pelayanan sosial masyarakat,” ujar Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Menhan Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin berdiri di tengah-tengah riuhnya yel-yel dan sorak semangat ratusan prajurit Yonif TP 335/Macan Sukapura saat meninjau pangkalan di Tasikmalaya, Jabar pada Sabtu (25/9/2026). Menhan menegaskan bahwa prajurit Yonif TP dituntut tangguh secara militer, dan hadir mengayomi serta membangkitkan ekonomi warga sekitar. (biro infohan kemhan)

Struktur Kekuatan Sembilan Kompi
​Setiap Yonif Teritorial Pembangunan dirancang memiliki kapasitas penuh hingga 1.190 personel (dengan penggelaran awal di pangkalan sementara berkisar 450 hingga 700 prajurit). Pangkalan ini ditopang oleh organisasi sembilan kompi khusus, yakni:

  • Kompi Militer Inti (Kompi Markas dan Kompi Senapan A, B, C, D): Bertugas menjaga kondusivitas wilayah, patroli keamanan, dan penindakan aksi kriminalitas.
  • ​Kompi Pertanian: Mengelola pembukaan lahan tidur, pencetakan sawah baru, pendampingan irigasi, dan mekanisasi pertanian warga.
  • Kompi Peternakan dan Perikanan: Mengembangkan budidaya ternak dan perikanan air tawar untuk menunjang ketahanan pangan lokal.
  • Kompi Pembangunan/Infrastruktur: Membantu perbaikan jalan tani, pembangunan jembatan penghubung antar-desa, dan perbaikan sanitasi.
  • Kompi Kesehatan: Menyediakan pelayanan medis gratis, pos pengobatan lapangan, serta menggelar aksi donor darah rutin bagi masyarakat desa.

Dampak Ekonomi dan Sosial
​Pembentukan 750 Yonif TP di seluruh kabupaten memberikan dampak ekonomi dan sosial nyata, meliputi:

  • Prioritas Putra Daerah: Perekrutan prajurit mengutamakan pemuda-pemudi lokal. Hal ini membuka kesempatan karir militer bagi putra daerah sekaligus membangun ikatan emosional yang kuat antara prajurit dan masyarakat binaannya.
  • Injeksi Ekonomi Pedesaan: Kebutuhan logistik harian bagi ribuan prajurit di pangkalan menghidupkan warung makan, kedai kelontong, peternak lokal, dan pedagang pasar tradisional sekitar.
  • Penguatan Swasembada Pangan: Pendampingan teknis oleh Kompi Pertanian dan Perikanan meningkatkan produktivitas hasil panen petani lokal secara signifikan

Bukti Konkret Lapangan
​Bukti nyata efektivitas dan manfaat Yonif TP terlihat di Desa Sukamulya, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, lokasi bertugasnya Yonif Teritorial Pembangunan 338/Talaga Manggung.

​Sebelum pangkalan TNI berdiri, para petani setempat sering dikeluhkan aksi pencurian ternak dan mesin traktor sawah. Namun, sejak prajurit Yonif 338 hadir, kondisi lingkungan berubah drastis menjadi kondusif.
Darni dan Kasta, dua petani lokal di Desa Sukamulya, membeberkan kesaksian mereka.

​”Dulu di kampung sini rawan sekali, traktor sawah dan ternak domba sering dicuri. Tapi sejak ada bapak-bapak tentara dari Yonif di sini, kampung jadi aman dan tenteram. Tidak ada lagi pencurian, kami para petani bisa bekerja di sawah dengan tenang,” tutur Darni.

​Kehadiran ratusan prajurit di pangkalan sementara tersebut turut memicu tumbuhnya warung kelontong dan usaha kuliner UMKM baru di sekitar pangkalan.

Manfaat Terukur
​Manfaat komprehensif Yonif TP juga divalidasi oleh publikasi riset ilmiah (Journal of Industrial Engineering & Management Research, 2025). Riset tersebut mencatat tiga indikator keberhasilan terukur:

  • ​Penurunan Angka Kriminalitas: Presensi fisik pangkalan dan patroli rutin terbukti memangkas kejahatan jalanan dan aksi pencurian di daerah pedesaan.
  • Penguatan Kesehatan Masyarakat: Bakti kesehatan terpadu dan donor darah berkala membantu ketercukupan stok darah PMI dan pelayanan medis RSUD.
  • Pertumbuhan Ekonomi Lokal: Perputaran uang dari belanja operasional dan logistik prajurit menjadi stimulus ekonomi yang menggerakkan pedagang kecil dan UMKM.

​Melalui sinergi fungsi pertahanan, kesehatan, pertanian, dan penguatan ekonomi ini, pembentukan 750 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan membuktikan bahwa Kemhan dan TNI benar-benar hadir mengayomi, melindungi, serta memakmurkan rakyat Indonesia hingga ke pelosok negeri. (*/aga)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *