oleh

Culik Belasan Anak di Bawah Umur, Residivis Teroris Didor Polisi

POSKOTA.CO – Residivis teroris culik dua belas anak dibawa umur. Pelaku yang sudah tiga kali masuk penjara ini ditangkap Reskrim Polres Bogor di wilayah Jakarta Selatan.

Bersama pelaku, belasan anggota Satreskrim yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Siswo DC Tarigan ini mengamankan juga sepuluh anak yang disekap pelaku di wilayah Senayan, Jakarta Selatan.

Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin dalam rilisnya di Mapolres Bogor di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor Kamis (12/5/2022) sore mengatakan, pelaku dengan inisial RAR ini merupakan napi teroris.

Pelaku yang menimba ilmu teroris dan berjuang di Poso ini akan di jerat dengan Pasal 330 KUHP. Dari keterangan sementara, sebanyak 12 anak dengan usia rata-rata 10-14 tahun ini diculik pelaku dari wilayah Kemang, Bogor, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Tangerang Selatan.

“Penangkapan pelaku, Polres Bogor dibantu Intel Brimob Kedung Halang. Saat kami tangkap RAR, ternyata kami temukan ada 10 anak disana dan kami selamatkan,” kata AKBP Iman Kamis 15 Mei 2022.

Pelaku yang sudah tiga kali masuk penjara untuk pelanggaran teroris ini sempat melakukan perlawanan hingga anggota melakukan upaya terukur dengan memuntahkan timas panas ke betis kiri dan paha kanan.

“Jadi awal pengungkapan ini karena ada satu anak di Kemang Bogor yang diculik pelaku saat olahraga Minggu (8/5/2022) pagi. Anak ini kami temukan di Fatmawati, Jakarta Selatan seorang diri di jalan Senin (9/5/2022) sore. Kami terus lakukan pengejaran hingga akhirnya pelaku kami tangkap dan selamatkan 10 anak korban lainnya,”ujar AkBP Iman.

Kapolres menegaskan, kumbatan Poso ini beraktifitas srorang diri. Ia berkeliling dengan motor mencari mangsa.

“Untuk anak-anak yang menjadi korban penculikan apakah mengalami kekerasan fisik atau pelecehan seksual, masih kami dalami. RAR sudah kami tetapkan sebagai tersangka dengan ancaman pidana penjara 7 tahun,”tegas AKBP Iman.

Ambil HP Korban

Ditempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Siswo DC Tarigan menambahkan, pelaku juga selalu mengambil HP para korban lalu dijual.

Dugaan penculikan atas korban Fahri Farluhutan Nutilus Nasution (11) muncul, lantaran korban yang bersama empat rekannya yang olahraga pagi di Perumahan Telaga Kahuripan tidak diketahui keberadaannya sejak meninggalkan rumah Minggu pagi.

Polisi yang menyelidiki kasus ini, mendapat keterangan dari salah satu teman Fahri, yang juga ikut dibawa oleh seorang pria yang mengaku polisi. Fahri adalah anak dari pasangan suami istri Rizal Nasution dengan Latifah dibawa pelaku dengan motor.

Saat Fahri meninggalkan rumah untuk olahraga pagi, ia lupa memakai masker. Ia kemudian dihampiri orang tak dikenal dengan mengaku polisi.

Kepada kelima anak ini, pria yang mengaku polisi ini mengatakan, mereka telah melanggar protokol kesehatan (Prokes).

“Pria ini menegur Fahri dan empat rekannya dengan alasan melanggar prokes karena tidak pakai masker katanya,”kata AKP Siswo kepada wartawan.

Kasat Reskrim menambahkan, Fahri dan temannya dibawa oleh orang tak dikenal itu ke arah Kemang, Bogor dekat Pos Polisi Mubarok.Namun anak yang satu ditinggal.

Pria tak dikenal ini beralasan, ia mau mengantar pulang Fahri ke rumahnnya di Jampang, Gang Rambutan, Rt 03/01, Desa Jampang, Kecamatan Kamang, Kabupaten Bogor. Fahri yang belum pulang ke rumah hingga Senin (9/5/2022) siang, keluarga lalu melaporkan peristiwa ini ke Polsek Kemang.

Fahri yang masih duduk dibangku SDN Jampang 04 kelas 5 ini saat meninggalkan rumah untuk olahraga pagi memakai celana trening panjang warna abu-abu, kaos oblong biru dongker dan memakai sandal jepit dengan ciri-ciri kulit putih, rambut lurus.

“Korban anak di Bogor, kami temukan di Fatmawati, Jakarta Selatan. Saat ditemukan, Fahri berada dipinggir jalan seorang diri. Fahri lalu dibawa anggota ke Polres Bogor. Penculikan Fahri berlangsung di Jembatan Setu Cilala, Telaga Kahuripan, Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor,” tegas Kasat.

Para saksi MF (15), SZ (14), FDP (14), MNS (13), DPI (14), RAS (12) membenarkan jika rekannya benar dibawa pria tak dikenal saat kami lakukan pemeriksaan.

Hasil Olah TKP, dilokasi kejadian, korban dan empat rekannya berkenalan dengan 2 orang temannya yaitu Davino dan Rama. (yopi/bw)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.