oleh

Sidang Dugaan Pencemaran Nama Baik Mantan Kadinkes Sinjai, Terkuak Ada Setoran Rp200 Ribu

POSKOTA.CO – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sinjai mulai menyidangkan perkara yang diduga mencemarkan nama baik mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai dr Andi Suriyanto Asapa dengan terdakwa Andi Darmawansyah, yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Rizki Heber SH, Selasa (30/3/2021).

Terkuak dalam persidangan, salah satu saksi pelapor, Armin, membenarkan adanya uang pembayaran dari dana kapitasi sebesar Rp200 ribu untuk dibelikan cinderamata kepada Pak Kadis dalam hal ini dr Andi Suriyanto Asapa selaku kepala Dinas Kesehatan Sinjai waktu itu, hal ini disepakati saat dilaksanakannya rapat di Puskesmas Bilupoddo yang diikuti kurang lebih 30 orang PNS dan tenaga honorer.

“Iya memang ada pembayaran sebanyak Rp200 ribu hasil kesepakatan di rapat waktu itu di Puskesmas Bulupoddo, itu pun bayar dua kali Rp100 ribu satu kali bayar. Di pembayaran pertama sempat saya kumpulkan uang sebanyak Rp4.200.000 rupiah,” ungkapnya di depan Hakim Pengadilan Sinjai.

Armin mengaku, bahwa dirinya yang diberi tanggung jawab untuk mengumpulkan uang tersebut kerena pengakuannya masih bendahara waktu itu di Puskesmas Bulupoddo. Namun, uang dikembalikan karena adanya postingan Anca Mayor di akun Facebooknya.

“Ia pak yang mulia, kami sudah menyetor tapi kami dikembalikan pada saat ada postingan Anca Mayor di Facebook, saya tidak tahu kenapa kami semua dikembalikan tiba-tiba tidak ada pertemuan sebelumnya bahwa uang akan dikembalikan,” sebutnya di depan hakim pada saat jalan persidangan.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rozalina Abidin membenarkan, bahwa persidangan tersebut telah berlangsung dan menghadirkan beberapa saksi dari pihak pelapor.

“Iya, persidangan telah berlangsung dan saya memanggil saksi pelapor sebanyak tujuh orang, dan alhamdulillah ketujuh orang tersebut datang semua. Pada minggu depan masih lanjut pemeriksaa saksi,” ungkap Rozalina Abidin. (jumardi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *