POSKOTA.CO. – Bantuan sosial dari pihak swasta untuk warga Dusun Cipaheut Desa Cikandang Kabupaten Kuningan hingga saat ini diduga masih mengendap pada tangan kepala dusun setempat.
Bantuan berupa uang tunai yang rutin dikeluarkan dari pengusaha ternak ayam menjelang Hari Raya Idul Fitri , ternyata untuk lebaran tahun ini sebagian besar masih belum disalurkan juga kepada warga yang berhak sebagai penerima manfaat.
Padahal uang dari kedua pengusaha ayam ini telah diserahkan kepada Kepala Dusun (Kadus) Cipaheut menjelang suasana hari lebaran lalu.
Persoalan tersebut mengemuka berawal saat Poskota.co mewawancarai Sekretaris BPD Cikandang, Kartam di kediamannya belum lama ini.
Dalam keteranganya, Kartam menyebut salah satu hasil rapat khusus BPD yang sudah tertuang secara tertulis dan disampaikan kepada kepala desa beberapa hari lalu adalah masalah Kadus Cipaheut.
“Kami mendengar dan mengetahui Pak Leman selaku Kadus Cipaheut pernah diserahi amanah berupa uang dari pengusaha ayam untuk dibagikan ke warga yang tidak mampu serta anak-anak yatim,”paparnya.
Ia menyatakan, bantuan sosial sebagai bentuk keinginan berbagi dari pengusaha ayam kepada warga setempat direalisasikan pada suasana lebaran Hari Raya Idul Fitri 1443 H lalu.
“Uang itu sudah diterima kepala dusun namun sampai sebulan lebih masih banyak warga penerima manfaat yang belum memperolehnya dan mengendap di tangan pak kadus,”terangnya.
Kartam menceritakan, sebagai tokoh masyarakat di dusun itu dan merupakan sekretaris BPD, dirinya pernah menegur serta mengingatkan yang bersangkutan agar segera membagikan uang amanah itu. “Namun sayangnya teguran diabaikan karena pak kadus tetap belum membagikan uang hak warga,”ujarnya.
Atas kejadian tersebut lanjutnya, beberapa orang warga Dusun Cipaheut meminta kepala desa mengevaluasi kinerja bawahanya sekaligus memberi tindakan jika terbukti ada penyalahgunaan kepercayaan.
Terpisah, Kepala Dusun Cipaheut, Leman Soleman ketika dikonfirmasi Poskota.co di ruangan kerjanya seusai acara penyaluran BLT DD tahap dua, Jumat (10/06/2022) mengakui jika dirinya pernah diserahi uang dari dua orang pengusaha ayam.
“Satu pengusaha memberikan uang tersebut dua hari sebelum lebaran, sedangkan seorang pengusaha ayam lainya menyerahkan dana itu seminggu setelah hari lebaran,”ucapnya.
Ia membenarkan, dana dari kedua pengusaha ayam itu merupakan dana rutin yang diberikan untuk disalurkan kepada warganya sebagai bentuk keinginan berbagi dari pengusaha ayam dalam suasana lebaran.
“Kami menerima dana dari pengusaha sesuai nama yang diajukan sekitar 53 orang,”imbuhnya.
Untuk nilai nominal uangnya sambung kadus ini, dirinya sama sekali tidak mengetahui.”Kami menerima sudah dalam amplop tertutup dari pihak pengusaha,”ujarnya.
Ia tidak membantah, sampai saat ini uang titipan dari kedua pengusaha ayam masih banyak yang belum disalurkan kepada warga yang tercatat dalam data. “Tadinya uang itu akan dibagikan sekaligus dengan uang hasil penjualan beras zakat agar nilai atau jumlahnya bertambah,”ucapnya memberikan alasan.
Sebelumnya, Plt.Camat Luragung, Een Rustendi,S.Sos.M.Pd., saat ditemui Poskota.co di ruangan kerjanya mengungkapkan jika pemerintah kecamatan masih belum mengetahui hal itu.
“Sampai saat ini kami belum mendapat laporan soal apapun dari pemerintah Desa Cikandang,”paparnya diamini kasipem kecamatan setempat, Oman Komara, S.IP. yang kebetulan hadir mendampingi. (cep)







Komentar