JAKARTA – Pemerintah harus serius membentuk satuan tugas (satgas) penanganan kemacetan yang sering terjadi di area sekitar Pelabuhan Tanjung Priok. Sejumlah sopir trailer mengungkapkan selain terjadi system error terutama gate masuk NPCT1, masih adanya pungli di dalam.
Harapan tersebut disampaikan warga Tanjung Priok maupun sejumlah sopir trailer. “Tidak juga disebabkan oleh volume peningkatan kendaraan pasca Lebaran. Gate error, pungli juga penyebab antrian kendaraan,” ujar Midi, sopir trailer, Jumat (18/4/2025).
Menurutnya, Lebaran tanggal satu, dan macet tanggal enam belas atau sudah lewat dua minggu. ” Trailer sudah tidak dibatasi lagi operasionalnya, kurang tepat kalau dibilang karena akibat libur panjang jadi macet, sebab saya aja udah dua kali bolak balik bawa barang ke pelabuhan Pirok” ujar Midi, warga Bekasi.
Menurutnya, antrean terjadi juga dikarenakan di NPCT1 mau masuk harus melakukan scan gate, pas di dalam scan lagi loadingnya juga lama lima menitan baru pintu kebuka. “Gate masuk NPCT kerap error dan berulang tanpa penyelesaian,” ungkap Midi yang menduga ada mafianya dibuat seperti itu.
Bila macet di kantong parkir utama, terkadang sopir harus berebut masuk jalur gate in pertama. Ada sekuriti tapi kayak nggak ada dan membiarkan sopir beradu bersitegang berebut masuk duluan.

Ungkapan Warga
Muhammad Sidik warga Cilincing mengungkapkan, kemacetan panjang bukan kali ini, tapi sudah beberapa kali sebelum Lebaran. “Sebenarnya tiap hari mulai pintu pelabuhan sampai Cilincing Cakung macet parah tapi yang paling parah sekarang ini,” katanya.
Menurutnya, pemerintah tidak mampu dan tidak ada kesiap siagaan mengantisipasi arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok yang dikelola BUMN Pelindo., baik petugas dari Kementerian Perhubungan termasuk dari aparat polantas terkesan pemandangan macet seperti hal yang lumrah mereka lihat sehari-hari.
Warga minta Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan agar mengevaluasi kinerja Direksi Pelindo dan KSOP Utama Tanjung Priok. “Ini sudah berulang kali dan sudah meresahkan warga di tiga kecamatan, Tanjung Priok Cilincing dan Kelapa Gading, sebaiknya direksi dan KSOP diganti,” harap Sidik.
General Manager PT Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Adi Sugiri mengelak dituduh penyebab kemacetan disebabkan adanya sistem di Pelabuhan mengalami kerusakan.
“Tidak ada error sistem, tapi ini terjadi peningkatan volume kendaraan yang cukup luar biasa setelah libur panjang,” ujar Adi, Jumat (18/4/3025).
Terpisah Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok Takwim Masuku dalam keterangan persnya menjelaskan sejak tangal 16 hingga Jumat diakui ada tiga kapal masuk bersamaan di NPCT1 sehingga terjadi peningkatan volumen bongkar muat hingga mencapai diatas empat ribu kontainer, menyebabkan terjadinya aktivitas yang cukup tinggi hingga terjadinya kemacetan mulai dari NPCT1 dan berimbas keluar pelabuhan.
Dikatakannya, sebelumnya ada tiga kapal, namun dua sudah berangkat dan baru tiba lagi dua kapal secara bersamaan. Untuk mengurai kemacetan, kata Takwin, pihaknya bersama Pelindo akan mengalihkan bongkar muat kapal di New Priok Container Terminal (NPCT) 1 ke terminal lain.
“Ini untuk mencegah terulangnya kemacetan panjang. “Kami akan melakukan untuk di-shifting ke terminal yang lain sehingga mengurangi kegiatan bongkar muat di NPCT 1,” kata Takwim Jumat.
Selain itu, akan dilakukan penundaan kapal yang hendak bersandar. Terutama kapal yang hendak bersandar memiliki kapasitas muatan tinggi, maka akan dibagi menjadi beberapa kloter. “Kami juga akan melakukan mitigasi atau delay dari sisi laut,”paparnya. (d)







Komentar