KIPRAHNYA memajukan perempuan di Kabupaten Bogor, agar mandiri dan berkarya tanpa menghilangkan kodratnya sebagai ibu dari anak-anaknya dan istri dari sang suami, digelorakan Saijah Sambyah SE.
Wanita asal Bogor ini memberikan pelatihan kepada perempuan pedesaan. Harapannya, ilmu yang dibagikan, dapat memberi harapan guna menghidupi diri sendiri dan keluarga dari karya yang dihasilkan.
Sasha, sapaan akrab ibu satu anak ini mengaku, ia melakukan hal ini secara pribadi dengan anggaran yang ia punya. Ilmu yang diajarkan mulai dari tata rias, membuat sabun colek, menanam tanaman buah seperti timun, kacang dan lain sebagainya di polyback.
“Sosok Raden Ajeng Kartini, simbol perempuan tangguh yang menjadi penerang Ibu Pertiwi, itulah yang menjadi inspirasi perjuangan saya,”kata Sasha di bilangan Cibinong menjelang senja, Rabu (28/7/2021).
Ia berujar, perjuangannya menginspirasi sesama kaum perempuan, banyak suka dan dukanya. Namun hal ini tak membuat langkah perjuangannya surut. Bagi wanita berjilbab ini, perempuan tidak cukup mengandalkan kecantikan paras dan kemolekan tubuh.
Namun lebih dari itu, perempuan harus menjadi perempuan tangguh, cerdas dan mandiri. Dengan kecerdasannya, seorang perempuan akan mampu menangkap peluang yang dapat menguntungkan dirinya dan orang-orang di sekitarnya.
Rintangan berupa kendala yang ditemui di lapangan, membuat perempuan kelahiran 3 Mei ini berpikir metode lain, demi mewujudkan niat mulianya yakni, mengangkat derajat kaum perempuan Bogor.

Ia lalu memutuskan masuk jalur politik. Tahun 2006, resmi ibu satu anak ini terjun ke politik. PDI Perjuangan dipilih Sasha dalam garis perjuangannya.
“Kalau tidak masuk dalam parpol, akan repot pergerakan. Saya butuh suport dan dukungan. Pilihan saya jatuh ke PDI Perjuangan. Partai moncong putih ini saya pilih, karna cocok dalam visi dan misi,” ujarnya.
Mengemban mandat sebagai Wakil Ketua bidang kesehatan, bencana, perlindungan perempuan dan anak di struktural DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Sasha mulai melebarkan sayap perjuangannya.
Selain jabatan di partai, ia juga menjadi relawan pusat terpadu perlindungan perempuan dan anak.
“Saya mendorong perempuan Kabupaten Bogor, untuk tidak boleh terlalu mengandalkan orang lain. Ayo tangkap peluang lewat kemampuan sendiri. Kerjasama dengan orang lain dalam kesetaraan, harus dilakukan. Perempuan Kabupaten Bogor harus percaya diri. Kenapa?, karena dengan percaya diri, dapat dengan mudah mengatasi setiap tantangan. Atasi tantangan, impian akan terwujud,” ujar Sasha.
Anak buah Adian Napitupulu yang mengemban mandat sebagai Ketua Pospera Kabupaten Bogor ini menuturkan, tantangan berat atas kasus KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), kekerasan atas anak dan perceraian, pelecehan terhadap anak dibawa umur yang masih tinggi di bumi Tegar Beriman, kini menjadi konsen serius.
Mengedukasi hal ini, Sasha melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Dalam materinya, Sasha menjelaskan ke siswa perempuan, organ tubuh mana saja yang bisa disentuh, jika berhadapan dengan orang yang baru dikenal.
“Rata-rata mereka yang menjadi korban, adalah anak dari keluarga yang secara ekonomi sangat tidak beruntung. Ini yang menjadi penyebab pelecehan atas anak oleh oknum yang mengiming-iming uang jajan ala kadarnya Rp2 ribu atau Rp5 ribu terjadi. Kami lakukan sosialisasi ke sekolah TK. Kami edukasi mereka. Kami ajarkan, bagian mana yang boleh disentuh, manakala bertemu orang asing,”ucapnya.
Guna mengambil peran yang lebih luas, Sasha bercita-cita, akan maju dalam pemilihan legislatif tahun 2024.
Baginya, politik itu tidak kejam seperti yang di suarakan sejumlah orang. Politik menurut Sasha, jika dilakukan sesuai aturan yakni demi kesejahteraan rakyat, maka akan terlihat mulia.
“Keluarga sangat suport. Pesan saya buat perempuan Kabupaten Bogor, tetap berkarya tanpa menghilangkan peran sebagai ibu dan istri. Jadilah perempuan tangguh,” kata Sasha mengakhiri obrolannya dengan wartawan Poskota online. (yopi/sir)







Komentar