JAKARTA – Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengingatkan agar kasus penjarahan perlengkapan hunian di Rusunawa Marunda dihentikan. Pengelola diwajibkan meningkatkan pengamanan kawasan rusun dan jika masih ada orang yang nekat mencuri agar ditangkap untuk diproses secara hukum.
Hal itu disampaikan Heru berkenaan dengan adanya pengarahan perlengkapan unit hunian Rusunawa Marunda yang berada di Blok C. Sebagaimana diketahui, lima gedung rusun yang tengah dikosongkan dari penghuni untuk direnovasi, dijarah sekelompok orang yang dengan leluasa mengangkut fasilitas unit seperti pintu, jendela, kloset, bak mandi, wastafel, maupun kabel dan pralon dibongkar maling sehingga kondisi rusun jadi acak-acakan.
Untuk itu, Pj Gubernur Heru telah memerintahkan kepada Asisten Pembangunan DKI Jakarta untuk meningkatkan pengamanan di kawasan Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Semua akses yang menuju kawasan Blok C agar diawasi petugas sekuriti yang jumlahnya cukup banyak. “Lebih terlambat, daripada tidak ada tindakan sama sekali,” katanya di Jakarta, Kamis (21/6).
Heru menegaskan sejauh ini tidak ada oknum pengelola yang terlibat dalam penjarahan aset yang berlangsung sejak akhir 2023 tersebut. Sayangnya, petugas pengelola, terutama sekuriti membiarkan kejadian tersebut. “Pencurian tersebut jangan terulang lagi,” tandasnya.
Sejumlah warga menjelaskan sebenarnya aksi pencurian mudah terlihat olah kasat mata. “Baik siang maupun malam, komplotan pencuri tersebut mondar-mandir menggotong hasil curian menggunakan gerobak maupun mobil. Tapi petugas keamanan tak berbuat apa-apa, entah mungkin sekuriti takut oleh komplotan yang jumlahnya cukup banyak,” kata seorang yang tak mau disebut namanya.
Rusunawa Marunda khususnya di Blok C terdiri dari lima gedung yang masing-masing terdiri dari lima lantai. Tiap pantai memiliki 20-an unit hunian sehingga totalnya sekitar 500-an. Pada tahun 2022, bangunan yang didirikan sejak tahun 2004 tersebut dinyatakan tidak layak huni lagi karena banyak dinding ruangan yang jebol. Kemudian, pada Oktober 2023, ratusan keluarga yang menghuni rusun sewa tersebut dipindahkan ke Rusun Nagrak dan sekitarnya.
Rencananya, Rusunawa Marunda yang sudah kosong dari penghuni tersebut akan direvitalisasi oleh Pemprov DKI Jakarta. Namun selama rusun tersebut kosong, ternyata dijarah orang-orang tak bertanggung jawab selama beberapa bulan berjalan. Dari ratusan unit hunian tersebut, nyaris tidak ada lagi perlengkapan hunian yang tersisa. (jo)
Teks foto: Kondisi Rusunawa Marunda yang kini tidak layak huni.








Komentar