oleh

Balkoters Gelar Diskusi, Pj Gubernur DKI Heru Sebut Penyebab Kebakaran di Jakarta Didominasi Korselet Listrik

JAKARTA – Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menjelaskan kasus kebakaran di Ibukota, penyebabnya masih didominasi akibat korselet listrik. Untuk itu, dia mengapresiasi Koordinatoriat Wartawan Balaikota dan DPRD DKI Jakarta menggelar diskusi bertajuk ‘Tingkatkan Keamanan Listrik, Cegah Kebakaran di Jakarta’.

Heru mengungkapkan dari Januari sampai 15 Agustus 2024, di Jakarta terjadi kebakaran sebanyak 491 kasus. “Dari kasus sebanyak itu, penyebab kebakaran didominasi akibat hubungan pendek arus listrik sebanyak 61 persen. Mestinya kasus korselet listrik ini dapat dicegah dengan cara meningkatkan keamanan listrik,” kata Heru saat memberikan keynote speaker melalui video pada diskusi yang berlangsung di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (18/9).

Menurutnya, diskusi yang menyoroti soal antisipasi kebakaran perlu diapresiasi. “Saya ucapkan terimakasih kepada Balkoters (sebutan untuk Kordinatoriat Wartawan Balaikota dan DPRD DKI Jakarta-red). Semoga melalui diskusi yang kemudian disebarluaskan di media massa dapat memberi masukan kepada tiap keluarga untuk meningkatkan keamanan listrik demi mencegah kebakaran,” tandasnya pada acara diskusi yang menghadirkan narasumber antara lain anggota DPRD DKI Mujiyono, Ketua Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (APKLI) DKI Jakarta Tirtamarta, Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya Haris Andika, dan Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Mohammad Yohan.

Anggota DPRD  Mujiyono mengaku telah membentuk relawan kebakaran saat menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 lalu. Tim ini dibentuk setelah Mujiyono menggandeng lembaga pendidikan negeri dalam menanggulangi insiden kebakaran di permukiman padat penduduk.

“Saya pernah buat kajian sendiri bersama teman-teman ITB (Institut Teknologi Bandung) kaitannya dengan penanganan kebakaran di permukiman padat penduduk, kurang lebih 3-4 tahun yang lalu. Pada akhirnya menjadi supporting document (berkas pendukung) untuk program relawan kebakaran,” kata Mujiyono.

Menurut dia, program yang diluncurkan dua tahun lalu ini menjadi salah satu warisan (legacy) dari Komisi A DPRD DKI Jakarta untuk masyarakat. Di setiap RW terdapat 30 orang komponen masyarakat yang peduli dengan pencegahan kebakaran.

Ketua AKLI  DKI Jakarta Tirtamarta menjelaskan soal pengaruh arus listrik yang mengalir dalam penghantar. Kata dia, panas dan bunga api atau percikan dapat menjadi sumber kebakaran dan biasanya disebabkan oleh beberapa faktor.

Tirta merinci, pertama karena penyambungan yang tidak benar, kedua kualitas bahan dan peralatan instalasi yang kurang baik. Ketiga, perencanaan atau pemasangan instalasi yang kurang sempurna yang disebabkan oleh terlalu cepat ingin selesai. Keempat, kemampuan yang kurang memadai atau lalai. Kelima, kecerobohan pemakai listrik dalam hal pembesaran sekring, pemasangan steker yang menumpuk atau penyadapan dan penambahan saluran instalasi,”  kata Tirta. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *