oleh

Pj Gubernur DKI Heru Imbau RT-RW agar Proaktif terhadap Tertib Adminduk di Lingkungan

JAKARTA  – Pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) se-Jakarta diimbau agar proaktif dalam melaksanakan tertib administrasi kependudukan (Adminduk) di lingkungannya.  Sebab, validitas data masyarakat itu dimulai dari lembaga terkecil di lingkungan yakni RT-RW.

Hal itu disampaikan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono usai menghadiri acara  Penganugerahan RT/RW Terbaik dalam Gerakan Tertib Administrasi Kependudukan, di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur. “Data masyarakat basisnya tentu dari RT-RW. Kalau dari tingkat lingkungan sudah salah, maka untuk seterusnya makin salah,” ujar Heru, Senin (23/9)

“Para RT/RW se-Jakarta telah diberikan bekal oleh KPU, Bawaslu, Dirjen Kependudukan, Kapolda, dan Pangdam agar memahami fungsi RT/RW sebagaimana diamanatkan dalam aturan. Pemprov DKI Jakarta bersama  Pangdam dan  Kapolda memberikan apresiasi  kepada RT/RW yang memiliki kepedulian administrasi kependudukan (adminduk) terbaik,” ujarnya.

Terlebih lagi menjelang kegiatan Pilkada Jakarta yang akan diselenggarakan pada tanggal 27 November 2024, maka data pemilih harus benar-benar valid. “Jadi, peranan RT-RW sangat dibutuhkan untuk mendukung suksesnya Pilkada Jakarta,” tandas Heru.

Ia menuturkan, prestasi yang diraih para pengurus RT/RW kali ini menjadi pemantik untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan ketertiban administrasi dalam rangka mendukung pembangunan kota serta memberikan kepastian hukum bagi warga Jakarta. “Apresiasinya berupa pemberian laptop, piala, sepeda motor, dan Juara 1 diberangkatkan umrah. Hal ini supaya memantik semangat RT/RW lain agar terus menjalankan tertib administrasi kependudukan pada tahun-tahun berikutnya,” tambahnya.

Heru juga menyebut, peran RT dan RW harus sesuai dengan akronim Rukun Tetangga dan Rukun Warga dengan selalu menjaga kerukunan di seluruh lingkungan. “Yang namanya RT, Rukun Tetangga harus rukun bersama-sama. RW adalah Rukun Warga maksudnya harus sama-sama rukun,” katanya.

Tidak hanya itu, ia juga menitip pesan agar para pengurus RT/RW menaruh perhatian besar terhadap kebakaran yang kerap terjadi di wilayah Jakarta. Perlu adanya edukasi dan menggerakkan pemberdayaan masyarakat untuk turut melakukan pencegahan serta penanganan kebakaran sederhana bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta  melalui berbagai sosialisasi, mulai dari penggunaan instalasi listrik ber-SNI (Standar Nasional Indonesia) hingga pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (Apar).

“Saya sudah sampaikan, 66% kebakaran di DKI Jakarta akibat korsleting listrik, kabel yang kurang baik, dan lain-lain. Saya juga titip masalah kesehatan, stunting, dan kebersihan untuk menjadi perhatian di semua lini. Peran aktif para pengurus RT dan RW sangat diperlukan dalam memastikan keberhasilan setiap program yang dijalankan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Lomba Penilaian RT/RW Terbaik tingkat Provinsi dalam Gerakan Tertib Administrasi Kependudukan di Provinsi DKI Jakarta telah terlaksana dengan baik. Kegiatan tersebut berlangsung pada 18 Juli 2024-21 Agustus 2024 dengan tujuan memberikan penghargaan kepada pengurus RT/RW yang berdedikasi dan berprestasi dalam gerakan tertib administrasi kependudukan. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *