oleh

Pemerintah Minta Masyarakat Tak Meremehkan Bahaya Corona

POSKOTA.CO – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meminta masyarakat jangan lengah, apalagi meremehkan terhadap bahaya virus Corona. Saat ini pemerintah sedang mempersiapkan vaksin untuk masyarakat seluruh Indonesia.

Sebab, pascalibur panjang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 pasien Covid-19 mengalami peningkatan. Ini terlihat dari keterisian tempat tidur di ruang ICU dan ruang isolasi di berbagai rumah sakit yang sudah melebihi 70 persen.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengakui adanya peningkatan keterisian tempat tidur ruang ICU dan ruang isolasi di berbagai rumah sakit yang ada di Indonesia.

“Pemerintah sedang mempersiapkan vaksinasi, masyarakat tetap diingatkan untuk tidak lengah,” kata Prof Wiku, Rabu (6/1/2021).

Menurut Wiku, reaksi vaksin lebih efektif jika vaksinasi dilakukan dalam kondisi yang terkendali laju penularan virus Corona. Sebaliknya, reaksi vaksin akan terjadi jika vaksinasi dilakukan dalam kondisi laju penularan virus tak terkendali.

“Vaksin akan lebih efektif melindungi masyarakat saat vaksinasi dilakukan pada kondisi yang lebih terkendali, di mana laju penularannya rendah dibanding vaksinasi saat laju penularannya tinggi,” tutur Wiku.

Peluang untuk terciptanya kekebalan komunitas akan semakin kecil bila laju penularan virus tinggi. “Karena peluang ketidaktercapaian kekebalan komunitasnya akan semakin besar bila penularan tinggi,” ujarnya.

Dikatakan Wiku, ada peningkatan kasus positif sebesar 7,3 persen pada minggu ini. Tiga provinsi dengan catatan kasus tertinggi berada di Pulau Jawa.

Kenaikan sebesar 7,3 persen pada minggu ini bila dibanding minggu sebelumnya. Di mana pada minggu ini tiga dari lima provinsi tertinggi berada di Pulau Jawa, yakni Jawa Barat naik 2.250 kasus, DKI naik 502 kasus, Jawa Tengah naik 457 kasus, Sulawesi Tengah naik 391 dan Sulawesi Selatan naik 295 kasus.

Dari laporan data ini, lanjut Wiku, Pulau Jawa selalu berkontribusi dalam peningkatan kasus Corona yang cukup tinggi untuk data nasional. Untuk itu, pemda setempat diminta serius menekan kasus baru Corona. Sebab, dilihat pada tren perkembangannya, keterisian ruang ICU dan isolasi secara nasional semakin meningkat dan mengkhawatirkan.

Di beberapa daerah keterisian tempat tidur per 2 Januari, sudah melebihi 70 persen. Wilayah yang daya tampung rumah sakit sudah harus menjadi peringatan semua pihak. Dicontohkan, Provinsi DKI Jakarta 84,74 persen, Banten 84,52 persen, DI Yogyakarta 83,36 persen, Jawa Barat 79,77 persen, Sulawesi Barat 79,31 persen, Jawa Timur 78,41 persen, Jawa Tengah 76,27 persen, Sulawesi Selatan 72,40 persen dan Sulawesi Tengah 70,59 persen.

Namun menurut Juru Bicara Satgas Covid-19 itu, permasalahan bukan hanya ketersediaan tempat tidur yang semakin berkurang jumlahnya. Tetapi sisa tempat tidur yang masih ada juga belum tentu bisa digunakan semua oleh pasien akibat keterbatasan tenaga kesehatan di rumah sakit juga menjadi kendala.

Dikatakan Prof Wiku Adisasmito, saat ini tercatat ada 237 dokter yang meninggal. Di mana tren dokter yang meninggal cenderung mengalami peningkatan dan terutama terjadi di bulan Desember 2020.

Jika masyarakat terus abai dan tidak displin menerapkan protokol kesehatan, maka fasilitas kesehatan yang ada tidak akan cukup menangani kasus-kasus baru.

“Satu-satunya cara adalah dengan mencegah penularan dengan tetap displin menjalankan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” imbuh Wiku.

Sementara update informasi kasus Covid-19 dari 510 kabupaten/kota di 34 provinsi wilayah Indonesia yang diperoleh Satgas Covid-19, hingga Rabu (6/1/2021) pukul 12.00 WIB. Tercatat jumlah total penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan pasien sembuh serta meninggal adalah: pasien positif bertambah 8.854, jumlah total 788.402 orang. Pasien sembuh bertambah 6.767, jumlah total 652.513 orang. Pasien meninggal bertambah 187, jumlah total 23.296 orang.

Sedangkan update informasi data dari fasilitas kesehatan di 267 kelurahan yang telah dilaporkan Pemprov DKI ke Kementerian Kesehatan RI pada Rabu (6/1/2021). Tercatat jumlah total kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh, pasien dirawat dan isolasi mandiri serta meninggal di wilayah DKI Jakarta adalah: pasien positif bertambah 2.402, jumlah total 195.301 orang. Pasien meninggal bertambah 18, jumlah total 3.410 orang. Pasien sembuh bertambah 1.310, jumlah total 175.441 orang. Pasien dirawat berkurang 225, jumlah total 4.254 orang. Isolasi mandiri bertambah 1.299, jumlah total 12.196 orang terpapar.

Diingatkan Wiku Adisasmito, bahwa upaya pemerintah memutus rantai penyebaran dan penularan Covid-19 tidak akan berhasil tanpa partisipasi dari masyarakat. Pihaknya meminta masyarakat untuk disiplin mematuhi peraturan yang dibuat. Karena kepatuhan adalah modal dalam meningkatkan produktivitas masyarakat yang aman Covid-19.

Alasannya, kecanggihan dan kemajuan serta kelengkapan fasilitas kesehatan, belum tentu mampu mengendalikan perkembangan kasus pandemi Covid-19, bila tidak disertai kepatuhan dan displin menjalankan protokol kesehatan. Upaya 3M atau memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan, serta 3T atau testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment (perawatan) harus sama-sama saling melengkapi. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *