oleh

Marak Tindak Kejahatan Jalanan, Kapolres Metro Bekasi Usul Pemkot Pasang Seribu CCTV

POSKOTA.CO – Kapolres Metro Bekasi kota Kombes Pol. Hengki meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengembangkan smart city demi kondusifitas lingkungan yang lebih terjaga.

“Wilayah Kota Bekasi menjadi wilayah penyangga Ibukota yang dampak sosialnya cukup tinggi. Oleh sebab itu, perlu pengembangan smart city,”ujar Hengki saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan ( Musrenbang ) tingkat kota, Jumat (18/3/2022).

Menurut Hengki,Kita berada di daerah algomerasi, penyangga ibu kota berdampak kepada dampak sosial yang akan terjadi. Maka tadi kalau bisa, di sini (kota bekasi) dibentuk yang namanya smart city tentu untuk mewujudkan rasa aman itu harus dibarengi kemajuan teknologi yang ada.

“Pemerintah Kota Bekasi bisa merealisasikan pemasangan 1.000 CCTV di Kota Bekasi yang dapat termonitor di Polres Metro Bekasi,” Sambung Hengki

Ia menyebutkan saat ini Polres Metro Bekasi Kota dianggap sudah ketinggalan di bandingkan dengan Polres lainnya.

“Mohon kiranya pak wali agar bisa mewujudkan bidang smart city. Menuju 4.0 atau 5.0 dibandingkan Polres lain kita masih ketinggalan. CCTV hanya monitor gedung dan ruang tahanan,” harapnya.

Hengki mengungkapkan, dengan pengembangan smart city di Kota Bekasi, maka tentunya juga akan mempermudah beberapa penyelesaian kasus-kasus yang kerap marak terjadi di Kota Bekasi. Salah satunya yaitu tawuran, laka lantas ataupun hal lainnya.

“Misalnya ketika terjadi laka lantas, kita bisa cepat untuk mengungkap, ketiga ketika akan terjadi apakah aksi tawuran, ketika memang ini terwujud smart city nanti, dengan CCTV yang ada itu, itu akan memudahkan kita, satu mencegah, bukan menindak tapi dengan mencegah dengan monitor itu,” ujarnya.

Menurut Hengki, beberapa CCTV yang ada di Kota Bekasi sendiri ada beberapa yang tidak bisa membantu pengungkapan kasus polisi.

Salah satunya ia bercerita mengenai salah satu anggota polisi yang mengalami tabrak lari, namun CCTV yang didapat tidak bisa melacak pelakunya.

“Contoh anggota saya tabrak lari kita tidak bisa mengungkap.  CCTV tidak jelas tidak bisa zoom pelat nomornya,” ucapnya. (adi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.