TANGERANG – Sinta Handayana (40) ditemukan tewas dengan kondisi jasad tanpa kepala di Kawasan Muara Baru, Jakarta Utara pada Selasa (29/10) lalu. Keluarga korban menuntut keadilan, meminta pelaku dihukum mati.
Hal ini diungkapkan oleh adik ipar korban, Zulfikri saat disambangi di rumah duka di Kelurahan Binong, Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (31/10/2024).
“Kami dari keluarga berterima kasih kepada pihak Kepolisian yang berhasil menangkap pembunuh kakak ipar saya, dan saya berharap agar pelaku diadili sesuai hukum yang berlaku, kalau bisa dihukum mati,” katanya.
Sebelum ditemukan tak bernyawa, lanjut Zulfikri, bahwa kakak iparnya tersebut berpamitan untuk berangkat kerja ke Jakarta pada Minggu (27/10) kemarin. Tak ada gerak-gerik yang mencurigakan sebelum wanita beranak empat ini pergi meninggalkan rumah.
“Kakak ipar saya hanya pamit berangkat kerja di Jakarta. Saya Sabtu Minggu masih sempat ketemu, sebelum pergi dia sempat belikan mie ayam buat orangtuanya. Hari Senin baru handphone nya tidak bisa dihubungi,” ungkapnya.
Di mata keluarga, Sinta Handayana merupakan sosok perempuan yang baik dan tidak neko-neko. Semenjak suaminya meninggal, Sinta menjadi tulang punggung untuk membesarkan ke empat anaknya yang masih duduk di bangku SMP dan SMA.
“Sampai sekarang anaknya masih menangis terus. Tidak percaya jika ibunya jadi korban pembunuhan sadis,” ujar Zulfikri.
Sebelumnya warga Muara Baru digegerkan dengan penemuan mayat wanita tanpa kepala dan tanpa identitas terbungkus karung besar mengambang di danau. Salah satu warga yang curiga dengan keberadaan karung besar itu mencoba mengambilnya.
Begitu dibuka ternyata berisi mayat yang dibungku kain dengan tangan terikat. Polisi bergerak cepat dan akhirnya berhasil menangkap pelakunya. (Imam)







Komentar