oleh

Kejari Depok Selidiki Penggunaan Dana Pembangunan Ruang Kelas SDN

POSKOTA. CO – Proyek pembangunan enam ruang kelas baru di SDN 2 Grogol, Kota Depok senilai Rp 1,5 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 kini tengah mendapatkan sorotan serius pihak kejaksaan negeri (Kejari) Kota Depok.

“Pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan oleh bagian pidana khusus (Pidsus) terhadap penggunaan anggaran pembangunan 6 RKB di gedung SDN 2 Grogol yang bersumber dari DAK 2019 senilai Rp 1,5 miliar,” ucap Kepala Kejari Kota Depok Sri Kuncoro didampingi Kasi Pidsus Kejari Depok Hary Palar, Rabu (13/1).

Kegiatan pembangunan enam ruang kelas yang dilakukan secara swakelola oleh pihak sekolah dibawah tanggungjawab Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019.

Menurut dia, melihat anggaran yang dipakai bilamana nilai kerugian negara yang timbul tidak begitu besar tapi memiliki efek dari pembangunan sekolah yang tidak sesuai dapat menimbulkan dampak yang luar biasa bagi keamanan siswa jika kegiatan belajar tatap muka sudah dilakukan setelah masa pandemi COVID-19 berkurang.

“Saat ini, siswa siswi masih belajar online karena pandemi. Akan tetapi, bilamana nanti pandemi berlalu, maka akan masuk dan aktif kembali belajar di sekolah. Hal ini nantinya dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak yang luar biasa apabila gedung tersebut roboh,” ujarnya.

Ditambahkan, Kasi Pidsus Kejari Depok Hary Palar, jika kasus tersebut sudah naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan karena penyidik Pidsus Kejari Depok sudah menemukan bukti permulaan untuk pembangunan 6 RKB itu. “Sekarang ini (kami) sedang menunggu audit kerugian negara,” katanya yang menambahkan sehingga belum dapat memberitahu secara rinci berapa atau perihal kerugian negara maupun para tersangka nya.

Namun pihaknya, imbuh Hery, samai saat ini masih terus mengumpulkan bukti-bukti lebih lanjut, untuk mengetahui, peran masing-masing calon tersangka itu seperti apa dan juga untuk mengungkap siapa yang mengatur proyek tersebut. “Taksiran kerugian akibat kegiatan pembangunan tersebut ratusan juta rupiah tapi belum diketahui pastinya, ” katanya.

Terkait pemeriksaan tentunya sudah ada beberapa orang saksi yang diperiksa baik itu pejabat di lingkungan dinas pendidikan (Disdik) Depok maupun pihak sekolah termasuk saksi ahli. Jika semua sudah lengkap semua tentunya akan kita eksposes sesuai arahan Pak Kajari Sri Kuncoro, ujarnya. (anton/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *