oleh

Jangan Ada yang Rusak, Pj Gubernur DKI Heru Ingatkan Dinas SDA Periksa Rumah Pompa dan Pompa Apung

JAKARTA  – Dalam upaya antisipasi banjir, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memberikan perintah kepada SKPD terkait untuk mengoptimalkan rumah pompa maupun pompa apung. Mumpung ada waktu untuk berbenah, maka semua peralatan penyedot air harus diperiksa satu per satu sehingga selalu siap saat diperlukan.

“Mumpung saat ini di Jakarta lagi jarang hujan, sebaiknya digunakan untuk mengecek seluruh peralatan di rumah pompa maupun pompa apung,” kata Heru kepada wartawan di Jakarta, Selasa (23/7). Khususnya kepada jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta,  Heru menegaskan dirinya tidak mau lagi dengar ada pompa rusak di saat mau dipakai.

Menurutnya, kerusakan dengan alasan apapun tidak pantas disampaikan, karena Pemprov DKI menganggarkan biaya perawatan. “Jadi, seluruh mesin pompa, baik yang berada di rumah pompa maupun yang mobile harus siap setiap saat. Dinas SDA agar senantiasa mengontrol fasilitas tersebut,” tandas Heru.

Ia juga mengingatkan para walikota, camat, dan lurah untuk terus menggerakkan warganya melakukan kerja bakti atau bersih-bersih lingkungan. “Pamong harus membaur di tengah masyarakat untuk bahu-membahu membersihkan lingkungan agar sehat, rapi, dan tidak rawan banjir,” pesan Heru.

Adapun salah satu instansi yang rutin mengecek peralatan banjir adalah Sudin SDA Jakarta Barat. Untuk antisipasi banjir di wilayahnya telah menyiapkan 50 pompa apung yang tersebar di delapan wilayah kecamatan. “Kalau pompa apung kami standby di masing-masing kecamatan dan Posko Sudin SDA,” kata Kepala Sudin SDA Jakarta Barat, Purwanti. Apabila ada genangan di daerahnya, para Kasatpel Kecamatan  langsung meluncur ke lokasi genangan, sambil mengerahkan pompa apung.

Menurutnya, 50 pompa apung itu akan digunakan saat hujan deras terjadi. “Tujuannya, untuk mengurangi genangan di jalan-jalan raya, lingkungan masyarakat, hingga pemukiman-pemukiman warga. Pompa apung digunakan untuk keadaan darurat banjir atau genangan di mana pompa mobil tidak bisa masuk atau menjangkau lokasi genangan,” jelas Purwanti.

Selain itu, pompa apung juga bisa dipakai untuk menyedot genangan  setinggi beberapa meter dan paling rendah 15 cm. Purwanti menyampaikan bahwa pompa apung yang dibuat itu juga dapat digunakan untuk mengosongkan air di saluran saat dilakukan pengurasan atau pendalaman dasar saluran. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *