oleh

Warga Cakung Barat Desak Pemprov Jakarta Segera Bangun Embung untuk Antisipasi Banjir

JAKARTA – Warga di Jalan Pool PPD RT 002/07, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur mendesak pemerintah segera merealisasikan pembangunan embung atau waduk kecil ditempatnya. Hal itu sebagai upaya untuk mengantisipasi bencana banjir yang kini akan terjadi.

Jainal (39), salah satu warga mengatakan, selama ini lokasi untuk pembuatan embungan sudah di float sejak beberapa waktu lalu. Namun kenapa sampai saat ini belum terealisasi agar bisa mengantisipasi genangan. “Seharusnya kan sudah segera realisasi tolong pemerintah bisa segera dibangun embung di tempat kami,” katanya, Selasa (11/11/2025).

Dikatakan Jainal, memang selama tiga tahun terakhir wilayahnya sudah tidak lagi dilanda banjir besar. Namun warga menilai keberadaan embung tetap penting sebagai pengendali tata air di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. “Saluran air dan drainase sudah diperbaiki sejak adanya rencana pembangunan rumah sakit internasional, warga tetap berharap agar embung dibangun untuk memastikan kawasan tetap aman dari risiko banjir musiman,” ujar Jainal.

“Kalau mau dibangun waduk atau embung, saya setuju banget. Cuma harus lihat juga lahannya. Di sini kan tanahnya sudah padat, tapi kalau bisa direalisasikan, bagus banget buat warga,” tambahnya.

Sementara itu, Nuraini (61), warga lainnya menambahkan, dirinya menilai pembangunan embung lebih mendesak dibanding proyek rumah sakit. “Kalau bisa, embung dulu deh dibangun biar enggak banjir. Rumah sakit nanti aja. Soalnya kalau banjir datang, semua kena dampaknya,” tutur Nuraini.

Menurutnya, proyek konstruksi besar yang tengah berjalan di sekitar wilayah Cakung Barat berpotensi mengubah aliran air dan mengurangi daya resap tanah, sehingga embung menjadi solusi penting untuk pengendalian air hujan.

Ketua RT 02/RW 07 Ahmad Nur menjelaskan, bahwa saat ini wilayahnya memang sudah terbebas dari banjir, namun pembangunan embung tetap masuk dalam rencana tata ruang bersama proyek pelebaran jalan dan pembangunan rumah sakit internasional. “Dulu sempat ada rapat di kelurahan, pembahasan soal akses ke rumah sakit dan rencana embung. Jadi nanti jalur kendaraan akan diatur ulang supaya enggak padat. Pelebaran jalan juga sudah masuk rencana,” jelasnya.

Menurut Enung, pekerjaan penguatan turap kali di RT 09 juga merupakan bagian dari upaya besar penataan kawasan agar lebih tertata dan tahan terhadap potensi banjir di masa depan. “Kalau dari petanya sih nanti bagus. Ada turap, ada embung, ada pelebaran jalan juga. Cuma memang sekarang warga paling ngeluh soal debu karena banyak truk dan proyek,” tambahnya.

Warga berharap Pemerintah Kota Jakarta Timur dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Daerah Khusus Jakarta segera menindaklanjuti aspirasi ini melalui survei lapangan dan penetapan lokasi embung. Mereka juga meminta pengawasan terhadap aktivitas pembuangan puing liar serta lalu lintas truk berat di sepanjang Jalan Pool PPD yang menimbulkan debu tebal. “Kalau bisa pemerintah cepat realisasikan embung. Sekarang sih aman, tapi siapa tahu nanti banjir balik lagi kalau pembangunan makin banyak,” tutup Enung. (*/ifand)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *