oleh

Imbauan MUI Prov Sumut Berkenaan Ibadah Ramadhan

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa” (QS. al-Baqarah [2]: 168)

“مَنْ قَامَ رَمَضَانَ اِيْمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَلَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ” (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)

“Barangsiapa yang menghidupkan (berdiri menunaikan shalat) bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap ampunan Allah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. al-Bukhârî dan Muslim)

Mengingat :

  1. Rapat Dewan Pimpinan MUI Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 24 Februari 2021 di Ruang Rapat MUI SU, tentang Himbauan MUI Provinsi Sumatera Utara tentang Pelaksanaan Ibadah Bulan Ramadhan tahun 1442 H/2021 di Provinsi Sumatera Utara;
  2.  Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19;
  3. Data Perkembangan Kondisi Wabah di Provinsi Sumatera Utara dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Covid-19 di Sumatera Utara, bahwa sampai saat ini covid 19 belum berakhir di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.

Dewan Pimpinan MUI Provinsi Sumatera Utara mengimbau sebagai berikut:

  1. Diimbau kepada seluruh umat Islam di Sumatera Utara untuk melaksanakan ibadah puasa, beserta seluruh amal ibadah pada siang hari serta menghidupkan malam-malam Ramadan dengan melaksanakan shalat tarawih, witir, tadarus al-Qur’ân, shalat tahajud, memperbanyak zikir, dan berdoa kepada Allah untuk keselamatan bangsa dan negara dari wabah virus Covid-19.
  2. Kegiatan ibadah Ramadhan sebagaimana yang dimaksud di atas WAJIB MEMATUHI PROTOKOL KESEHATAN seperti :
  3. Setiap jamaah yang memasuki masjid harus menggunakan masker, membawa sajadah dan mencuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun sebelum masuk ke dalam masjid;
  4. Setiap Badan Kemakmuran Masjid wajib berusaha semaksimal mungkin untuk menyediakan fasilitas yang berkaitan dengan Protokoler Kesehatan seperti ketersediaan air bersih, sabun, hand sanitizer, dan masker bagi Jemaah yang tidak mengenakannya, serta secara rutin membersihkan lantai masjid setiap hari.
  5. Menjaga untuk tidak kontak fisik dengan orang lain seperti bersalaman dan berpelukan.
  6. Kepada khatib, penceramah dan imam shalat agar memendekkan isi khutbah, ceramah serta bacaan ayat al-Quran dengan tetap memperhatikan keabsahan shalat dan khutbah sesuai dengan ketentuan syariat.
  7. Bagi masyarakat yang sedang sakit, atau tenaga kesehatan(para medis) wajib berniat puasa pada malam harinya dan boleh membatalkan puasanya jika pada masa bertugas mengalami kesulitan (masyaqqah) untuk melanjutkannya, dan wajib menggantinya pada hari yang lain (meng-qadha) sebanyak hari yang ditinggalkannya. (Sebagaimana Pendapat ke-Agamaan MUI Sumatera Utara, 15 April 2020).
  8. Diimbau kepada masyarakat dan umat Islam yang mendapatkan rukhshah boleh tidak berpuasa, tidak makan dan minum di tempat terbuka guna menghormati kesucian bulan suci Ramadhan, dan menghargai saudara-saudaranya sesama Muslim dalam menjalankan Ibadah puasa Ramadhan.
  9. Diimbau kepada masyarakat Sumatera Utara tidak membakar mercon di bulan suci Ramadhan pada saat Umat Islam sedang melaksanakan Ibadah sholat tarawih, tadarus alquran dan Ibadah-ibadah lainnya.
  10. Diimbau kepada umat Islam yang kondisi fisiknya kurang sehat / tidak prima, lansia dan anak – anak agar melaksanakan sholat tarawih di rumah masing – masing demi kemashlahatan bersama.
  11. Diimbau kepada DP. MUI Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatera Utara agar berkoordinasi kepada Pemerintah setempat untuk terus menyuarakan supaya senantiasa mematuhi protokoler Kesehatan demi untuk kemaslahatan Bersama.
  12. Diimbau kepada seluruh umat Islam di Sumatera Utara untuk memperbanyak sedekah, infak, serta menyegerakan membayar zakat mall (harta) dan zakat fitrah di awal Ramadhan untuk membantu meringankan beban kaum Muslimin, khususnya di Sumatera Utara.
  13. Diimbau Kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten/Kota dan Pihak Kepolisian untuk Menutup tempat-tempat maksiat, dan menertibkan lokasi yang berpotensi menjadi tempat-tempat maksiat demi untuk memuliakan bulan Ramadhan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
  14. Diimbau kepada seluruh umat Islam di Sumatera Utara untuk meninggalkan perbuatan maksiat sekecil apapun serta memperbanyak istighfar dan bertaubat memohon ampunan Allah SWT.
  15. Sesuai dengan Fatwa MUI No. 02 Tahun 2021 umat Islam dibolehkan untuk melakukan Vaksinasi. Vaksinasi yang dilakukan pada siang Ramadan, dengan model injeksi pada otot tangan tidak membatalkan puasa. Vaksinasi di siang hari dilakukan setelah adanya ketetapan “Tidak Membahayakan” dari lembaga yang kompeten dan berwenang yakni Dinas Kesehatan.
  16. Pelaksanaan salat Id 1442 H dapat dilaksanakan di masjid dan lapangan terdekat dengan tetap menjaga dan mematuhi protokoler Kesehatan.
    Demikian imbauan MUI Provinsi Sumatera Utara ini diterbitkan, untuk dipedomani dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Kita berdoa semoga Sumatera Utara khususnya, dan Indonesia umumnya, bisa terbebas dari wabah virus Corona (Covid-19). Amin ya Rabbal Alamin.

Medan, 01 Syakban 1442 H

15 Maret 2021 M

DEWAN PIMPINAN MAJELIS ULAMA INDONESIA PROVINSI SUMATERA UTARA

Ketua Umum

DR. H. Maratua Simanjuntak

Sekretaris Umum

Prof. Dr. H. Asmuni, MA

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *