POSKOTA.CO – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali menggelar kegiatan Berbagi Kasih Bersama 1.000 Anak Yatim di Jakarta dengan nilai santunan total Rp200 juta. Kegiatan yang digelar di kantor Sido Muncul, Jakarta tersebut merupakan kegiatan rutin setiap bulan Ramadhan.
“Ramadhan tahun 1444 H, kami kembali berbagi kasih kepada anak yatim dan kaum duafa. Kali ini kami gelar di Jakarta, menyusul nanti juga akan kami lakukan di Semarang,” kata Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat, Selasa (11/4/2023). Secara simbolis, Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat akan menyerahkan santunan kepada 17 perwakilan anak yatim dari 17 lembaga dan panti asuhan.
Menurutnya bulan Ramadhan adalah bulan penuh kebaikan. Karena itu untuk mengkap rasa syukur sekaligus memeriahkan Rammadhan, Sido Muncul melakukan hal baik yakni berbagi dengan anak yatim dan kaum dhuafa.
“Saya sangat bersyukur bisa berbagi kasih bersama anak-anak yatim. Setiap anak nantinya akan mendapatkan masing-masing dua ratus ribu rupiah. Mereka berasal dari 17 lembaga dan panti asuhan di Jakarta. Kami harap, melalui santunan ini bisa bermanfaat dan membantu sebagian kecil kebutuhan mereka terutama dalam menyambut Hari Raya. Selain memberikan santunan, kami juga menggelar buka puasa bersama dengan anak-anak yatim dan karyawan Sido Muncul,” ujar Irwan.
Selanjutnya, pada 13 April 2023, Sido Muncul juga akan memberikan santunan berupa paket sembako bagi 1.000 kaum dhuafa di kabupaten Semarang yang akan diserahkan di Agro Wisata Sido Muncul, Ungaran, Semarang. Santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa ini merupakan kegiatan CSR perusahaan yang telah rutin dilakukan sejak beberapa tahun lalu di berbagai kota di Indonesia, diantaranya Jabodetabek, Karawang, Purwakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Solo, Bali, Lampung, Medan, Banjarmasin, Makassar, dan lainnya.
Terkait mudik gratis yang sebelumnya rutin digelar Sido Muncul, Irwan menyampaikan bahwa tahun ini Sido Muncul tidak lagi menyelenggarakan kegiatan Mudik Gratis. Pertimbangannya, selain banyak tukang jamu yang sekarang hidup sejahtera, mudik pada sebagian besar masyarakat sudah diibaratkan sebagai kegiatan wisata.
“Karena sejahtera mereka mudik pakai bawa mobil sendiri. Tetapi moda transportasi umum untuk mudik saat ini sudah jauh lebih banyak dan baik sehingga masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan alat transportasi,” tambahnya.
Anggaran untuk mudik gratis, katanya, dialihkan ke kegiatan sosial lain seperti operasi katarak dan bibir sumbing. Dua kegiatan sosial tersebut membutuhkan dana yang cukup besar bisa mencapai Rp30 miliar per tahun. (*/fs)







Komentar