oleh

Gara-gara Lamaran Dijamu di Warung, Pedagang Bawang Dibantai Kerabat

POSKOTA.CO – Gara-gara acara penerimaan lamaran dijamu di sebuah warung, pria ET,32, nekat membantai kerabatnya  Suleman,37,  di Blok E/97, Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, Jumat (19/2).

Selang lima jam kemudian  ET,32,  berhasil ditangkap dan kini mendekam di kamar tahanan Satreskrim  Polrestabes Bandung.

“Pria ET masih kerabat korban. ET membantai korban karena dendam,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Adananan Mangopang.

Tersangka menghabisi nyawa korban menggunakan pisau saat korban hendak jualan bawang di pasar.

Kasat melanjutkan, pembantai korban berlangsung Jumat pukul 05.00 WIB. Pagi itu, tersangka ET yang juga akan berjualan melihat korban yang sedang membereskan barang jualannya. Ia bergegas nenghampirinya.

Tanpa banyak bicara, kata Kasat, tersangka langsung mencabut pisau kemudian menusukkannya ke bagian dada, leher dan punggung hingga korban ambruk bersimbah darah. “Korban sempat dilarikan ke rumah sakit tapi nyawanya tak tertolong”.

Polisi yang mendapat laporan bergegas meluncur ke lokasi. Dari hasil olah TKP didapat petunjuk bahwa korban dibantai ET. ” Selang lima jam kemudian pria yang diduga pembantai korban berhasil ditangkap dan sebilah pisau turut disita berhasil.”

Dalam pemeriksaan tersangka ET mengaku dendam terhadap korban. Pasalnya, ketika acara lamaran  keluarga ET (pihak laki-laki) sepekan lalu hanya dijamu oleh korban Suleman (pihak perempuan) di sebuah warung.

Acara lamaran yang dilangsungkan di warung itu diabadikan oleh korban kemudian diunggah di grup WA warga Nias. Tersangka ucap Kasat merasa dipermalukan. Dengan disebarkannya foto jamuan lamaran itu berkali kali di WA Grup, membuat tersangka sakit hati.

“Gara-gara jamuan lamaran itu tersangka dendam dan menbunuh korban,” pungkas Kasat.

Buntut dari pembantaian tersebut tersangka dijerat pasal 351 KUHP penganiayaan hingga neninggal dengan ancaman hukuman 7 tahun. Kemudian pasal 338 KUHP (membunuh) dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.  (dono/sir)

 

 46 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *