oleh

Azzachrul, Atlet Karate yang Jadi Prajurit TNI AL

POSKOTA.CO-Mantan atlet karate junior PPOP Ragunan dan FORKI DKI Jakarta, Azzachrul Aziv Harahap yang kini menjadi anggota Bintara TNI AL, bertekad untuk bisa melanjutkan karir dan prestasinya di kejuaraan karate.

Meski bertugas di Lantamal XIII Tarakan, Kalimantan Utara, peraih medali emas Kejuaraan Nasional Karate Piala Panglima TNI 2016, medali perak cabor karate dalam Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2017 dan medali perunggu Kejuaraan Nasional Piala Mendagri 2017 ini tetap merasa optimis akan bisa kembali ke matras.

Serda TNI (Jas) Azzachrul Aziv Harahap. (ist)

 

“Jika nanti diminta kesatuan untuk bertanding lagi, saya siap dan saya selalu tetap menyempatkan diri untuk berlatih sendiri jika pas ada waktu senggang atau hari libur, ” ujar Azzachrul yang berpangkat Sersan Dua di Korps Jas TNI AL ini via ponselnya, kemarin sesaat setelah menerima nasi tumpeng dari Danlantamal XIII Tarakan, Laksamana Pertama TNI Haris Bima Bayuseto di acara HUT TNI AL ke 75 di Lantamal Tarakan.

Azzachrul memang dibesarkan dalam dunia karate. Dia menekuni karate dan ikut kejuaraan sejak masih kelas III SD sampai lulus SMAN Atlet Ragunan DKI Jakarta. Tak heran jika dia sudah mengoleksi puluhan medali dan piagam penghargaan kejuaraan karate baik tingkat provinsi seperti medali emas Piala Gubernur DKI 2014 sampai 2017, medali emas Piala Dispora DKI 2016, medali emas Kejurda Forki DKI 2014 dan lainnya.

Di tingkat Nasional seperti medali emas Kejurnas Inkai 2014 dan 2016, medali perunggu Kejurnas Inkai 2017, medali perunggu Kejurnas Piala Mendikbud VII/2014, medali emas Kejurnas Unas Cup VI/2012, perunggu Kejurnas Uniat Open Karate Championship 2015, Unsada Cup, UI Cup, UNJ Cup dan lain sebagainya.

Sedang di tingkat Internasional Terbuka seperti South East Asia Karate Championships SBY CUP 2016, Indonesia Karate Festival 2015 dan Silent Knight Karate 2016 di Malaysia. Semua itu diraihnya lewat nomor kumite perorangan.

“Tapi hampir dua tahun ini saya vakum, karena waktu itu sibuk persiapan masuk tes TNI dan setelah lulus masuk pendidikan. Tapi saya tetap cinta karate, sebab gara-gara karate ini pula yang mungkin membantu saya bisa diterima di TNI AL,” bebernya.
ĺ
Sebagai prajurit, Azzachrul mengaku siap ditempatkan dimana saja. “Itu tidak menyurutkan keinginan saya untuk tetap eksis di karate, karena sebetulnya dimanapun kita pasti bisa berlatih. Pelatih saya semua ada di Jakarta, itu bukan masalah. Saat ini saya fokus melaksanakan tugas-tugas di Lantamal Tarakan sebagai prajurit Bintara Remaja,” tegasnya. (ali/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *