LABUAN BAJO — Dua wisatawan asal Tiongkok ditemukan tewas mengenaskan setelah tenggelam saat berwisata di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (15/7).
Menanggapi tragedi tersebut, tim penyelam gabungan TNI AL Lanal Labuan Bajo bersama Pos SAR Labuan Bajo dan P3KOM langsung bergerak cepat menembus dasar laut demi mengevakuasi para korban.
Peristiwa memilukan ini bermula saat kedua korban tengah menikmati aktivitas wisata di sekitar pantai Pulau Kelor sebelum dilaporkan terseret arus dan tenggelam. Begitu menerima laporan darurat, Lanal Labuan Bajo langsung mengerahkan personel beserta tim penyelam terbaiknya ke lokasi kejadian.
Dipimpin langsung oleh Danunit Intel Lanal Labuan Bajo, Lettu Laut (S) Y. Lamek K., operasi penyelamatan ini berkejaran dengan waktu di tengah kondisi arus bawah laut yang tak menentu.
Tim harus melakukan pemetaan lokasi secara jeli dan menganalisis pergerakan air guna menentukan titik penyelaman yang efektif.
Berbekal profesionalisme tinggi, tim penyelam gabungan akhirnya berhasil menemukan korban kedua yang sudah terbujur kaku di kedalaman 23 meter dasar laut. Tubuh korban didekap erat, dibawa perlahan ke permukaan sesuai prosedur keselamatan penyelaman, lalu dilarikan menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) SAR menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo.
Sebelumnya, korban pertama telah lebih dulu berhasil dievakuasi ke permukaan. Tim medis di lapangan sempat berjuang mati-matian melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) untuk menyelamatkan nyawanya. Namun, garis takdir berkata lain—kedua turis asing tersebut dinyatakan meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat di Labuan Bajo untuk penanganan lebih lanjut.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan ini resmi dinyatakan selesai. Tragedi ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan prajurit Jalasena dalam menjaga keselamatan di gerbang pariwisata super prioritas Indonesia.
Keterlibatan Lanal Labuan Bajo merupakan implementasi langsung dari perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang menegaskan bahwa seluruh unsur TNI AL harus selalu responsif dan hadir menjadi penolong utama di setiap kedaruratan perairan yurisdiksi Indonesia.
Di atas laut Flores yang menjadi saksi bisu, TNI AL tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga menunjukkan kepada dunia internasional tentang tingginya rasa kemanusiaan, kegotongroyongan, dan kehormatan bangsa Indonesia. (aga)







Komentar