oleh

109 Pelanggar Terciduk Opstibmask, Pura-pura Ngantuk Dihukum Nyapu

POSKOTA.CO – Ratusan pelanggar masker yang wara-wiri berkeliaran di delapan lokasi kawasan Tanah Abang kembali diciduk petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Tanah Abang saat menggelar Operasi Tertib Masker (Opstibmask), Jumat (4/6/2021).

Pantauan di lokasi Opstibmask, para pelanggar masker ini. Meskipun sudah ditindak dengan sanksi kerja sosial, namun tidak ada kapok-kapoknya. Malahan para pelanggar ini banyak ngeles nya dengan alasan terburu-buru dan masker ketinggalan di rumah. Selain itu, ada juga pelanggar yang alasannya ngantuk maupun pelanggar yang cengengesan saat terjaring Opstibmask.

“Aduh capek banget pak Satpol nyapu sampah di jalanan karena saya belum tidur, ‘Really Sleepy’ artinya ngantuk banget” ujar salah satu pelanggar saat terjaring di kawasan Jalan Petamburan III, Jumat (4/6/2021).

Hal senada juga dilontarkan satu pelanggar lainnnya, seorang pelajar yang terjaring Opstibmask alasan nggak pakai masker karena buru-buru mau ke pasar disuruh emak untuk membeli bumbu masakan. “Duuhh, ada razia masker lagi. Lupa tidak pakai masker pak Satpol karena buru-buru mau ke pasar beli bumbu masakan disuruh emak,” ucapnya ngeles dihadapan pettugas Opstibmask.

Sementara itu, Pengendali Satpol PP Kecamatan Tanah Abang, Tajudin Hasan saat dihubungi POSKOTA.CO mengaku, ada 109 pelanggar masker yang terjaring di delapan lokasi diantaranya, Jalan KH. Mas Mansyur Kebon Kacang, 22 pelanggar. Jalan Penjernihan II Benhil,14 pelanggar. Jalan Fahrudin dan Jalan Wahid Hasyim, Kampung Bali, 7 Pelanggar. Jalan Kebon Jati Blok G Kampung Bali, 12 pelanggar.

Jalan Jati Petamburan RW 03, Petamburan 14 pelanggar. Jalan Palmerah Barat, Gelora 10 pelanggar dan Jalan KH. Mas mansyur Gg. Mess Kebon Melati, 19 pelanggar.

“Totalnya ada 109 pelanggar masker, para pelanggar terdiri dari, masyarakat umum yaitu, pelajar, pedagang, draiver Ojek Online, karyawan perkantoran dan juga emak-emak yang sedang belanja ke pasar. Seluruh pelanggar memilih disanksi kerja sosial membersihkan sampah di jalanan secara bergantian memakai rompi pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” ungkap Tajudin Hasan.

Lanjut Tajudin menambahkan, alasan para pelanggar ini klasik dan banyak ngelesnya padahal memakai Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker untuk mencegah polusi udara dan virus.

“Nggak pakai masker alasannya, ada-ada aja seperti terburu-buru dan masker ketinggalan di rumah. Selain itu, ada juga pelanggar yang beralasan capek nyapu karena ngantuk serta ada juga pelanggar yang cengengesan saat terjaring Opstibmask, capek deh,” tandasnya. (van/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.